NABIRE - Sejak Listrik Desa (Lindes) masuk melayani masyarakat di Kampung Maidey Distrik Makimi pada tahun 2000, hingga saat itu digunakan tiang kayu. Dihitung-hitung, kini sudah memasuki tahun ke 12, namun belum juga dilakukan pergantian dari kayu ke tiang besi oleh pihak PT. PLN Rayon Nabire. Pada saat pemancangan tiang kala itu, pihak PT. PLN Rayon Nabire mengatakan bahwa tiang kayu digunakan untuk sementara waktu, selanjutnya akan digantikan dengan tiang besi.  Namun hingga saat ini janji yang pernah diucapkan itu belum juga direalisasikan. Sementara diketahui sejumlah tiang kayu kini dalam keadaan rusak, bahkan ada yang jatuh bersama kabel.Diharapkan PT. PLN Rayon Nabire bisa turun lansung ke Kampung Maidey (SP 3) untuk melihat kondisi tiang-tiang pancangan yang kini sudah termakan usia dan sangat rawan resiko bagi masyarakat Kampung Maidey.  Sebab dikuatirkan akan ada kabel yang rusak dan membuat aliran strom itu merajarela kemana-mana dan akan membuat masyarakat terkena strom.“Terkait tiang listrik yang terbuat dari kayu dan termakan usia sejak tahun 2000 hingga saat ini, selaku Kepala Kampung Maidey pada bulan September 2012 telah membuat surat resmi kepada pimpinan PT. PLN Rayon Nabire dan tembusannya kepada Bupati Nabire. Namun hingga saat ini belum juga ada jawaban dari PT. PLN Rayon Nabire,” tutur Kepala Kampung Maidey, Distrik Makimi, Yulianus Nauw kepada Papuapos Nabire, Kamis (21/2) di SP 2 Lagari.Dalam surat tersebut pada intinya dilaporkan kondisi tiang listrik yang terbuat dari kayu dan kondisinya kini mengalami kerusaakan (patah). Sehingga ada beberapa tiang yang roboh bersama kabel. Dengan kondisi seperti ini pihaknya meminta agar tiang kayu diganti dengan tiang besi.Selaku aparat kampung pada tahun 2000 saat pemasangan kabel pada tiang kayu yang ada saat ini mendengar sendiri langsung dari petugas PT. PLN bahwa tiang kayu yang digunakan ini sifatnya sementara.  Namun sudah sampai 12 tahun lebih ini juga tiang kayu masih berdiri bahkan ada yang sudah roboh.Selaku kepala kampung saat ini mempertanyakan kapan PT. PLN Rayon Nabire akan menggantikan tiang-tiang kayu listrik yang ada di Kampung Maidey. Karena tiang yang roboh bersama kabel sangat berbahaya bagi masyarakat. “Kami minta PT. PLN sendiri turun dan melihat kondisi yang ada pada saat ini,” harapnya. (eri)