NABIRE – Sejumlah mahasiswa Uncen yang mengklaim mewakili masyarakat Distrik Siriwo, menilai tidak sah pencoblosan pada Pemilu Legislatif (Pileg) di Distrik Siriwo. Menurut para mahasiswa ini, terjadi pelanggaran surat suara yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu. Hal ini seperti terkemuka saat jumpa pers di kediaman Martinus Dogomo. Menurut mereka, dari 14 Tempat Pemungutan Suara (TPS) dan jumlah DPT sebanyak 5.216 pemilih, pencoblosan dilakukan Rabu (9/4) di Distrik Siriwo. Sedangkan pada tanggal 14 April sekitar pukul 09.00 WIT, kotak suara langsung dibawa turun ke Nabire. Pihaknya mempertanyakan ada apa di balik itu ? “Kami masyarakat Distrik Siriwo sangat kecewa dengan kedua oknum tersebut. Seharusnya perhitungan suara dilaksankan di TPS atau di tempat pencoblosan, bukan langsung dibawa turun ke Nabire,” tuturnya.Pihaknya menegaskan agar kedua oknum tersebut tidak semena-mena melakukan tindakan seperti itu. Seharusnya justeru memberikan contoh yang benar kepada masyarakat. Untuk itu, kata mereka, seluruh masyarakat Distrik Siriwo Kabupaten Nabire dengan para Caleg Kabupaten Nabire asal Distrik Siriwo tidak percaya terhadap pleno penetapan PPD Distrik Siriwo. Dirinya meminta untuk dilakukan pencoblosan ulang di distrik itu.Para mahasiswa ini meminta agar kedua oknum itu untuk digantikan (PAW) segera. Karena dinilai kerja kedua oknum itu telah melanggar hukum. “Seolah-olah kami dibodohi dengan adanya surat suara yang dibawa turun ke kota,” tambahnya.Ditegaskan kembali, tindakan yang dilakukan oleh kedua oknum itu dinilai sangat melanggar aturan, dan hukum harus ditegakkan. Oleh karena itu, kata mereka, seluruh masyarakat Distrik Siriwo serta Caleg asal Distrik Siriwo meminta KPU Kabupaten Nabire agar mem-PAW-kan oknum tersebut. “Kami sangat mengharap kepada semua yang berwenang dalam aturan harus melakukan pencoblosan ulang. Karena yang dilakukan oleh oknum tersebut tidak mempunyai hak untuk membawa kotak suara turun ke Nabire. Kami siap membuktikan bahwa kinerja oknum terebut sangat melanggar aturan. Oleh karena itu kami meminta untuk pencoblosan ulang,” tuturnya. (ris)