Kebakaran Dua Hektare Lahan di Samabusa
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.45 WIT setelah masyarakat melaporkan adanya kobaran api. Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire yang menerima informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman.

NABIRE – Kobaran api melahap sekitar dua hektare lahan gambut yang ditumbuhi rumput kering di Jalan Sesko, Lorong SMK Negeri 4 Samabusa, Kampung Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Kabupaten Nabire, Papua Tengah, Sabtu (12/9/2026) siang.
Kebakaran yang terjadi di tengah kondisi lahan kering tersebut sempat mengancam meluas. Beruntung, api berhasil dikendalikan sebelum merambat ke permukiman warga di sekitar lokasi.
Kebakaran pertama kali diketahui sekitar pukul 12.45 WIT setelah masyarakat melaporkan adanya kobaran api. Personel Pangkalan TNI Angkatan Laut (Lanal) Nabire yang menerima informasi tersebut langsung bergerak menuju lokasi untuk membantu proses pemadaman.
Setibanya di lokasi, personel Lanal Nabire melakukan pemadaman awal menggunakan peralatan sederhana berupa ember dan memanfaatkan sumber air yang tersedia di sekitar area kebakaran.
Langkah cepat itu dilakukan untuk memperlambat laju api sekaligus mencegah kobaran menjalar lebih luas, terutama ke arah permukiman warga.
Upaya pemadaman kemudian diperkuat dengan melibatkan sejumlah unsur terkait. Tim Penanggulangan Bencana Satpol PP Provinsi Papua Tengah bersama kendaraan tangki air Yonif TP 804/DBAY dikerahkan ke lokasi.
Petugas bersama masyarakat setempat bahu-membahu memadamkan api hingga seluruh kobaran berhasil dikendalikan.
Tidak ada korban jiwa maupun laporan kerusakan terhadap rumah warga dalam kejadian tersebut. Api dipastikan tidak sampai merambat ke kawasan permukiman di sekitar lokasi.

Kondisi lahan yang kering ditambah hembusan angin cukup kencang diduga menjadi faktor yang mempercepat penyebaran api. Sementara itu, penyebab sementara kebakaran diduga berkaitan dengan aktivitas pembakaran lahan yang tidak terkendali.
Setelah api berhasil dipadamkan, situasi di lokasi dinyatakan aman dan terkendali. Petugas bersama masyarakat masih melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api.
Peristiwa ini sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama di tengah kondisi lahan yang kering dan mudah terbakar. (Luk)
Bagikan artikel ini



