Edisi Senin, 8 Sept 2014
BERITA HAEL : Mbiandoga Diminta Mekar Jadi 3 Distrik Baru INTAN JAYA - Tiga tokoh asal Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, masing-masing Ketua Klasis GKII Bugalaga, Yahya Ematapa, Kepala Suku Besar/Umum Distrik Mbiandoga, Matius Gayamba dan Kepala Kampung Jag
Bagikan
BERITA HAEL :
Mbiandoga Diminta Mekar Jadi 3 Distrik Baru
INTAN JAYA - Tiga tokoh asal Distrik Mbiandoga, Kabupaten Intan Jaya, masing-masing Ketua Klasis GKII Bugalaga, Yahya Ematapa, Kepala Suku Besar/Umum Distrik Mbiandoga, Matius Gayamba dan Kepala Kampung Jagaito, Stepanus Gayamba, meminta Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya dalam tahun 2014 memekarkan 3 distrik baru lagi di wilayah Distrik Mbiandoga Bugalagi.
Alasan ketiga tokoh untuk meminta pemekaran ini adalah jangkauan pelayanan pemerintah dan gereja di 16 kampung se-Distrik Mbiandoga yang ada saat ini cukup jauh dari pusat pemerintahan distrik. Untuk menjangkau kampung ke kampung ada yang membutuhkan waktu dua hari hingga satu minggu berjalan kaki seperti ke Kampung Maulagi dan Kampung Maniwo.
Dengan adanya pemekaran atau penambahan distrik lagi akan memperpendek jangkauan pelayanan pemerintahan yang lebih dekat dan menyentuh masyarakat secara langsung. Dan 3 distrik yang dimaksudkan itu masing-masing Distrik Bayabiru, Distrik MauLagi dan Distrik Pagamba. Dimana pada tiga wilayah ini juga telah dibangun 3 Bandara untuk pesawat badan kecil seperti pilatus Susi Air, AMA dan pesawat pilatus MAF.
“Pemekaran tiga distrik lagi di wilayah Distrik Mbiandoga, selain menjadi tugas dan tanggung jawab Bupati dan Wakil Bupati Intan Jaya, juga menjadi tugas 5 orang anggota DPRD terpilih asal Distrik Mbiandoga,” tutur ketiga tokoh ini kepada Papuapos Nabire pada pekan lalu di Distrik Mbiandoga.
Karena sebagai tokoh yang hidup sehari-hari bersama masyarakat dan umat Tuhan melihat kondisi jangkauan antar kampung yang saling jauh. Sementara masyarakat yang ada selalu merindukan hadirnya pembangunan bagi mereka yang secara langsung diturunkan oleh pemerintah Kabupaten Intan Jaya.
Namun kondisi jangkaun menjadi hambatan utama, sehingga informasi pembangunan maupun informasi pelayanan penginjilan sebagian belum menyentuh mereka atau didengar oleh masyarakat dan umat Tuhan. Dengan demikian pemekaran 3 distrik baru lagi menjadi jawaban hadirnya pemerintah sebagai pembawa informasi pesan pembangunan bagi masyarakat 16 kampung.
Berdasarkan pengalaman pada saat ini, dengan program pemerintah Kabupaten Intan Jaya yang sedang membangun jalan antar distrik dan distrik ke ibu kota Kabupaten Intan Jaya, diharapkan juga akan sama ketika ada pemekaran 3 distrik baru lagi di Distrik Mbiandoga akan terbangun infrastruktur jalan ke 3 distrik baru.
Karena ada semboyan pembangunan masyarakat 16 kampung yang selalu didengunkan dengan Bahasa Wolani sebagai motto pesan pembangunan yang bersifat ajakan bagi semua lapisan masyarakat “Mewe aniyande–jiniyande inime buba miagi agah kisinde.“ Artinya, mari membangun daerah kami yang lebih cerah. (Erens E. Rumbobiar)
Ada foto 3 Tokoh Asal Distrik Mbiandoga.
BERITA 4 KOLOM :
Bupati Salurkan Bantuan Peralatan dan Modal Usaha Mama-Mama Papua
NABIRE – Atas nama pemerintah Bupati Nabire yang diwakili Staf Ahli Bagian Pemerintahan Setda Nabire menyerahkan bantuan peralatan dan modal usaha bagi mama-mama Papua dan pengelola salon yang ada di daerah ini. Besar bantuan yang diserahkan langsung usai kegiatan Diklat peningkatan peran serta kesejahteraan gender dan pelatihan tata boga itu bervariasi dan disesuaikan dengan kegiatan atau usaha yang digeluti.
Usai kegiatan tersebut, Kepala Badan Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana, Yufinia Mote, S.Si.T, mengatakan selain kami melaksanakan kegiatan pelatihan dan pendidikan ini, kami juga menyiapkan bantuan modal usaha dan peralatan usaha bagi peserta yang telah mengikuti kegiatan dimaksud.
Bantuan dan kegiatan itu sendiri, terang Ibu Bupati Isaias Douw ini, berkat kerja sama dengan pihak pemerintah melalui badan pemberdayaan perempuan dan pihak BLKI Sorong Direktoral Jenderal Pembinaan Pelatihan dan Produktivitas Kementerian Tenaga Kerja dan Transmigrasi Republik Indonesia.
Dengan harapan, kata ibu Yufinia, sekembalinya ke tempat masing-masing agar segera membuka usaha sesuai pendidikan yang sudah diterima selama Diklat. “Saya berharap agar pihak terkait, seperti Kadistrik bisa memberikan dukungan kepada para peserta dengan mengunakan jasa yang mereka hasilkan,” imbuhnya.(wan)
NB : Ada foto my dokumen dengan file : 08-09-14-Penyerahan Bantuan Modal Usaha.jpg
Jika Difungsikan, Pasar dan Terminal Moanemani Jadi Sumber PAD
DOGIYAI - Kepala Dinas Pendapatan Daerah Kabupaten Dogiyai, Natalis Agapa, S.E, M.Si mengatakan apabila pasar dan terminal Moanemani Distrik Kamuu Kabupaten Dogiyai bila difungsikan maka itu akan menjadi salah satu sumber Pendapan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Dogiyai. Namun demikian, dirinya mengaku hingga sejauh ini tidak tahu mengapa sumber PAD ini tidak difungsikan oleh instansi terkait. Apalagi, Peraturam Daerah (Perda) tentang retribusi pelayanan pasar sudah siap yaitu Nomor 06 Tahun 2013.
“Pasar dan terminal merupakan salah satu sumber PAD di Dogiyai sehingga perlu difungsikan. Saya sendiri tidak tahu mengapa pasar yang telah dibangun itu belum diresmikan,”Demikian diungkapkan Natalis Agapa kepada media ini Jumat (5/9) di Dogiyai.
Dikatakan Natalis, berkaitan itu instansi terkait yaitu Perindangkop Kabupaten Dogiyai segera menyampaikan kepada pimpinan daerah agar segera meresmikan pasar dan terminal yang telah dibangun oleh pemerintah dengan dana yang cukup besar. “Kami hanya menunggu kapan pasar dan terminal diresmikan, kalau memang diresmikan tenaga kami sudah siap turun ke lapangan untuk menagih retribusi terminal maupun pasar,” ujar Kadispenda Dogiyai. (rik)
BERITA HALAMAN 2 :
Asisten III Berikan Kuliah Umum Bagi Mahasiswa USWIM Nabire
Bagikan artikel ini



