BERITA HAEL : Dinkes Nabire Musnahkan BB Kosmetik, Makanan dan Obat-obatan Dilarang Edar   NABIRE - Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, melalui Seksi Kefarmasian, Makanan dan Kesehatan Khusus, Jumat (5/9) memusnahkan barang bukti (BB) hasil penyitaan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire pada Bulan Juli 2014. Pemusnahan BB hasil penyitaan, dimusnahkan dengan cara dibakar hingga menjadi abu. Pemusnahan dilakukan langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Yulian Agapa, A.Kp., M. Kes., Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, Ones bonai, SKM., M.Kes., Kepala Seksi Kefarmasian, Makanan dan Kesehatan Khusus, Jeuquline Tentua, S.Si, Apt. Barang bukti yang dimusnahkan berupa, kosmetik yang mengandung bahan berbahaya (Mercury), produk makanan industri rumah tangga yang tidak memiliki ijin dan obat tradisional yang mengandung bahan kimia obat, adalah hasil temuan Seksi Kefarmasian, Makanan dan Kesehatan Khusus, setelah melakukan rasia di beberapa tempat. diantaranya, Pasar Sentral Kalibobo, Pasar Oyehe, Pasar Buton, Pasar Pagi Bumiwonorejo dan Pasar SP 1 Nabire Barat. Kepala Seksi Kefarmasian, Makanan dan Kesehatan Khusus, Jeuquline Tentua, S.Si, Apt saat di wawancarai di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Nabire, usai Pemusnahan dilakukan mengatakan, bahwa penyitaan beberapa jenis kosmetik, makanan maupun obat yang di sita oleh, Dinas Kesehatan bersama Balai POM dan sudah di musnahkan merupakan jenis-jenis barang yang tidak di ijinkan beredar di pasaran, karena terkandung bahan kimia atau bahan berbahaya lainnya, seperti mercury. Sedangkan, untuk produk makanan yang di sita dan di musnahkan adalah, produk makanan industri rumah tangga yang tidak memiliki ijin untuk di jual maupun di edarkan kepada masyarakat. “Kami setiap triwulan atau per tiga bulan sekali melakukan pemantauan dan pengawasan ke lapangan, dan setelah kami  melakukan pengawasan di lapangan, ketika ada produk-produk yang dilarang untuk di edarkan, kami langsung sita dari penjual dan akan kami musnahkan. Di samping itu, kami juga melakukan monitoring dan evaluasi hasil temuan terkait barang-barang yang tidak di ijinkan untuk di edarkan atau di perjual belikan,” tuturnya. Kata dirinya, bagi pengedar atau penjual barang-barang kosmetik, produk makanan dan juga obat-obatan, ketika kedapatan mengedarkan barang tersebut, dari Dinas Kesehatan tetap memberikan peringatan terlebih dahulu dan memberikan pemahaman, tentang produk-produk yang tidak boleh di jual atau di edarkan ke masyarakat, dengan kata lain, Dinas Kesehatan Nabire masih memberikan toleransi atau pola pembinaan berupa peringatan secara lisan kepada para penjual, karena rata-rata banyak penjual yang kurang memahami tentang bahaya atau efek dari menjual barang tersebut, sehingga dengan pola pembinaan, para pengedar atau penjual tidak lagi menjual  barang yang dilarang edar di pasaran. (cad)   *foto : 06-09-14 Cad, Pemusnahan Barang Bukti Kosmetik, Produk Makanan dan Obat-obatan         BERITA 4 KOLOM :     Distrik Mbiandoga Pusat Pertanian Bagi Kabupaten Intan Jaya MBIANDOGA - Keberadaan Distrik Mbiandoga yang berbatasan dengan Kabupaten Waropen, sehingga sangat cocok untuk bidang pertanian tanaman sayuran, ubi-ibian, kacang-kacangan dan beberapa tanam jangka panjang lain. Karena suhu udara di wilayah Distrik Mbiandoga terlihat tidak terlalu dingin. Penelusuran wartawan media ini selama 3 hari di 3 kampung yang ada di wilayah Distrik Mbiandoga, terlihat semua tanaman sayur, ubi-ubian dan kacang–kacangan sangat subur.  Beberapa orang tokoh dari sejumlah kampung yang ada juga mengakui Distrik Mbiandoga pusatnya pertanian bagi Kabupaten Intan Jaya. Sehingga hal ini harus mendapatkan perhatian serius langsung dari Bupati dan Wakil Bupati melalui Dinas Pertanian. Dengan menurunkan program dengan pembentukan kelompok–kelompok tani di tiap kampung dengan progran tanaman sayuran dataran tinggi, umbi-umbian dan kacang-kacangan yang nantinya menjawab kebutuhan semua lapisan masyarakat Intan Jaya. Secara terpisah Kepala Distrik Mbiandoga, Yusak Agimbau mengatakan, jika pada tahun 2015 pemerintah Kabupaten Intan Jaya melalui Dinas Pertanian menurunkan program tanaman sayuran dataran tinggi, maka tahun 2016 masyarakat Distrik Mbiandoga sudah bisa menjual hasil pertanian ke distrik tetangga maupun ke ibu kota Kabupaten Intan Jaya. Sebab akses jalan telah selesai dibangun. Karena saat ini sedang dibangun jalan ke Distrik Wandae, sementara akses jalan dari Distrik Wandae ke ibu kota Kabupaten Intan Jaya kini sudah bisa dilalui dengan jalan darat melalui jasa ojek. Diperkirakan satu hingga dua tahun mendatang akses jalan darat bisa dilalui tanpa hambatan. Maka ekonomi masyarakat 14 kampung di Mbiandoga bisa berjualan hasil pertanian ke distrik lain, bahkan ke ibu kota Kabupaten Intan Jaya. Selaku kepala distrik meminta agar Dinas Pertanian Kabupaten Intan Jaya melakukan kegiatan turun lapangan untuk melihat dari dekat potensi yang ada. Agar kedepan ada program pertanian yang diturunkan guna mewujudkan masyarakat yang sejahtera dari dari hasil pertanian yang didapat dari hasil keringatnya sendiri.(des)   Ada foto Mama Mbiandoga Jualan Di Pasar Baru Mbiandoga.               Bappeda Dogiyai Monitoring Pembangunan Asrama di Yogyakarta YOGYAKARTA - Guna mencapai visi misi Bupati Dogiyai yakni salah satunya adalah untuk meningkatkan sumber daya manusia, maka kini pemerintah Kabupaten Dogiyai memperkuat sub systemnya dengan membangun beberapa asrama di kota studi. Seperti di Kota Jayapura, Manado, dan Yogyakarta. Demikian dikatakan Kepala Bapeda, Ruben P. S.  Marei, S.Sos, M.Si. di hadapan mahasiswa dan tim monitoring Bapeda Dogiyai, Rabu (3/9) di halaman Asrama jogyakarta. Ditambahkan Ruben P. S. Marei, monitoring dan evaluasi merupakan tugas pokok dan fungsi Bapeda yang dilaksanakan terhadap proses pembangunan  dari berbagai sumber dana. Agar mengetahui sejauh mana realiasi dana dan fisik serta dapat mengetahui persoalan yang dihadapi dalam proses pembangunan agar mencari suolusinya sehingga proses berjalan lancar. Sementara sekretaris badan pengurus mahasiswa IPMADO, Deecky Adii mengatakan, persolan mendesak bagi mahasiswa  yang diharapkan pemerintah Kabupaten Dogiyai membantu adalah masalah pembayaran air dan listrik asrama, biaya studi akhir mahasiswa Yogyakarta, Sol