BERITA HAEL :   Kepsek Baru SMPN 3 Nabire Ditolak Sejumlah Pihak   NABIRE – Dalam selebaran surat yang diedarkan oleh tim dewan guru SMP N 3 Nabire yang mengatasnamakan para guru, tata usaha dan orang tua murid alias Komite tertanggal 7 September 2014, secara tegas menyatakan penolakan terhadap kepala sekolah (Kepsek) yang baru dilantik pada tanggal 8 September 2014. Alasan penolakan itu terkait Kepsek yang baru itu adalah guru SD dan juga memiliki kepangkatan atau Golongan Penata TK I/III/D. Pangkat dan golongan ini sangat rendah, karena dari 28 guru tetap yang ada di SMP N 3 Nabire ada 12 orang guru memiliki pangkat atau golongan IV/A dan lainnya juga sudah golongan atau pangkat III/D. Dan ditinjau secara aturan administrasi PNS tidak mungkin seorang pegawai yang pangkat rendah akan memberikan penilaian kepada pegawai yang pangkatnya lebih diatas. Selain itu, Dinas Pendidikan perlu ketahui bahwa telah ada banyak calon kepala sekolah tingkat SMP yang sudah memenuhi syarat dan telah mengikuti tes calon kepala sekolah yang nganggur saat ini. Sehingga tidak pantas seorang guru yang datangnya dari jenjang pendidikan dasar (SD) menjadi kepala sekolah di SMP. Selain itu, perlu dipahami juga bahwa antara Kurikulum SD dan SMP secara silabus, RPP dan juga kisi-kisi sangat berbeda. Sehingga tak pantas seorang guru SD memberikan penilaian dalam DP3 untuk seorang guru SMP. Para guru SMP N 3 Nabire memyampaikan, jika selebaran mereka tidak ditanggapi pihak dinas, mereka akan tinggalkan atau tutup sekolah. Karena selaku guru SMP sangat malu dipimpin oleh guru yang datangnya dari guru SD yang belum tentu memahami karakter dan perilaku guru–guru SMP. Dalam surat atau selebaran itu para guru SMP N 3 Nabire juga menuliskan, ”Saudara kembali untuk melaksanakan tugas sebagai guru SD dan tidak usah  melangkahi aturan pendidikan yang sebenarnya. Untuk itu disampaikan saudara tidak usah datang di SMP N 3 Nabire.” (des)           BERITA 4 KOLOM :   *Waktu Penambahan Pemberkasan Honorer Disesuaikan Kebutuhan dan Sesuai Arahan Pusat NABIRE – Waktu pemberkasan atau pengembalian dan perlengkapan berkas formulir honorer yang telah diangkat menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) tahun 2013 dilingkungan Sekretariat Daerah (Setda) Nabire yang telah diumumkan telah berakhir 6 September 2014 lalu, namun karena belum semua lengkap hanya sekitar 25 persen atau 236 berkas dari 700 sekian yang harus selesai, maka pihak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Nabire memberikan tambahan waktu. Ditemui diruang kerjanya, penanggung jawab pemberkasan formasi umum dan honorer BKD Nabire, Anton Pekei, S.Sos, M.Si, mengatakan lantaran belum semua selesai maka kami beri tambahan waktu dalam pengembalian dan perlengkapan berkas administrasi mereka yang telah dinyatakan lolos dan masuk serta diangkat menjadi pegawai negeri. Data terakhir per 6 September kemarin itu, terangnya, baru masuk sekitar 25 persen saja dari sekitar 736 seratus persennya, sehingga disesuaikan dengan kebutuhan dan arahan dari pusat maka kami beri waktu lagi satu sampai 2 minggu. “Itupun setelah kami koordinasi dan rapat dengan pak Sekda kemarin di kantor bupati,” tandasnya. Penambahan waktu ini juga nanti akan dilihat, artinya kata Anton Pekei, waktu yang akan kami berikan mungkin 1 minggu, kalaupun masih belum semua selesai kita tambah lagi 2 minggu. Dengan harapan sampai sekitar tanggal 20 September 2014 nanti semua selesai dan tuntas. Disinggung menyangkut sudah berapa persen sampai hari Senin dan Selasa kemarin, jelas Kepala Bidang Pengkajian dan Kepangkatan BKD Nabire ini, sampai Senin kemarin sudah sekitar 430an yang sudah menyelesaikan pemberkasan tinggal 300an lagi. Hari ini kita harap sudah masuk 70 persennya. Kita harapan, lanjutnya, semua terakomodir. Tidak ada satupun yang tersisa atau terangkum. Ini semua ketentuan dari pusat. Kami disini membantu dan memberi arahan kepada mereka-mereka yang sudah diangkat menjadi pegawai negeri sipil.    Selanjutnya kata Anton Pekei, ketika menjawab pertanyaan apa yang memungkinkan menjadi kendala sehingga lamanya proses pemberkasan tersebut, jelasnya, pertama terkait dengan jumlahnya yang banyak dan kedua terkait Surat Keputusan (SK) tenaga honorer yang diangkat. Yang lalu terkait formasi honorer, terang dia, terkait SK itu hanya diminta SK honorer pertama, pertengahan dan terakhir, namun untuk formasi kali ini diminta semua baik dari pertama diangkat menjadi honorer sampai SK terakhir diangkat honorer, jadi SK semua yang diminta. “Selanjutnya terkait ketelitian, artinya harus benar-benar teliti dalam pemberkasan ini,” tambahnya.      Kalau kita tidak teliti dalam proses ini, ditakutkan nantinya dalam penetapan Nomor Induk Pegawai (NIP). Isu yang ada kan itu, jadi kami disini, kata Anton Pekei, kami harus sangat teliti dan data aplikasinya pun ketika dalam penetapan NIP tidak jadi masalah nantinya. Yang jelas pada prinsipnya kami dari pihak BKD Nabire tidak mempersulit ataupun membuat asal ini itu, ketentuan yang diberikan pusat kita harus laksanakan sebaik mungkin, cuma ada beberapa orang yang tidak dan kurang memahami saat kami sampaikan dan umumkan serta mungkin kondisi mereka yang dalam penulisan SK honorer bersangkutan yang kurang lengkap dan tidak sesuai. “Kami dari pihak panitia atau tim pemberkasan tidak mempersulit, malahan kami akan membantu bila ada yang kurang lengkap ataupun tidak memenuhi persyaratan yang cukup. Itupun tentunya disesuaikan dengan aturan dan petunjuk pusat,” akhir Anton kemarin.(wan)     NB : Ada foto di computer ini di Data D (data PPN 2014) dengan file : 10-09-14-Penanggung Jawab Pemberkasan.jpg (ada 2 foto)               Aner Maisini : Pengumuman Tes CPNS Formasi 2013 Intan Jaya Jangan Ditunda Lagi NABIRE - Pengumunan Hasil Tes CPNS Kabupaten Intan Jaya Formasi 2013 harus segera di umumkan, soal hasil CPNS di tentukan oleh Pusat, hal itu bukan menjadi alasan Pemerintah Kabupaten Intan Jaya dalam hal ini, Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Intan Jaya menunda pengumuman hasil tes CPNS Kabupaten Intan Jaya Formasi 2013, apalagi menurut Pemerintah daerah hasil Pengumuman CPNS Kabupaten Intan Jaya Formasi 2013 akan di umumkan bersamaan dengan Pembukaan Pendaftaran CPNS kabupaten Intan Jaya Formasi 2014. Demikian dikatakan, Aner Maisini,SH., S.Kom, salah satu peserta Tes CPNS Kabupaten Intan Jaya Formasi 2013, saat bertandang ke Kantor Redaksi Pap