BERITA HAEL :   Calon DOB Delama Jaya Hanya Dua Distrik ?   PANIAI – Wacana tentang pemekaran calon daerah otonomi baru (DOB) Delama Jaya di Kabupaten Paniai, terus menguat bahkan diklaim telah dipertanyakan jumlah distrik untuk memenuhi aturan pemekaran sebuah kabupaten baru di negara Indonesia. Menurut Ketua Dewan Adat Daerah (DAD) Paniyai, John NR Gobai, rencana DOB Delama Jaya terdapat dua distrik yaitu Dumadama dan Bibida.  “Hanya dua distrik itu, kalau ambil satu distrik dari Kabupaten Deiyai, yaitu Bouwobado, dimasukan ke wilayah Delama, berarti Deiyai berkurang jumlah distriknya dan itu tidak memenuhi syarat,” tuturnya kepada Papuapos Nabire, Kamis (11/9) kemarin. Beredar kabar bahwa untuk memenuhi syarat jumlah distrik, rencananya Distrik Bogobaida dan Homeyo di Kabupaten Intan Jaya, dimasukan dalam rancangan DOB Delama. “Kalau itu benar, lalu mau bikin batas wilayahnya bagaimana?,” tanyanya. John juga mempertanyakan, “Kalau sampai DPR RI sahkan Delama, maka luar bisa dan ini yang namanya mujizat bagi saudara dan warga kampung yang paling dekat. Saya akan angkat topi.” Beberapa hari lalu, tim Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan provinsi bersama tim aspirator pemekaran Delama Jaya turun ke Paniai, tepatnya di Distrik Bibida. Masyarakat Moni dan Mee dari sejumlah kampung di wilayah calon DOB baru itu menjemputnya dengan tarian adat. (ecu)       BERITA 4 KOLOM :   Masyarakat Intan Jaya Diminta Bersabar Tunggu Pengumuman CPNS SUGAPA – Masyarakat Kabupaten Intan Jaya terlebih khusus bagi para pelamar CPNS formasi tahun 2013, diminta bersabar menunggu diumumkannya hasil tes seleksi CPNS. Belum diumumkannya hasil tes seleksi CPNS formasi 2013 bukan faktor kesengajaan pemerintah daerah untuk menunda-nunda pengumuman. Pemerintah daerah terus berusaha agar hasil tes CPNS formasi tahun 2013 bisa diumumkan sesegera mungkin. Demikian himbauan yang disampaikan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, yang disampaikan kepada media ini beberapa hari lalu. Sekaligus menanggapi komentar Aner Maisini terkait Pengumuman Tes CPNS Formasi 2013 Intan Jaya Jangan Ditunda Lagi, seperti yang dilansir media ini, beberapa hari lalu. Pada kesempatan itu, Bupati Natalis Tabuni juga mencoba meluruskan adanya anggapan bahwa pemerintah daerah berhak menentukan hasil tes CPNS formasi 2013. Jelas Bupati Natalis, seleksi CPNS formasi tahun 2013 hasilnya ditentukan oleh pemerintah pusat dan ini terjadi secara nasional. Tidak benar jika ada anggapan bahwa pemerintah daerah yang menentukan hasilnya. “Kita di daerah menginginkan agar quota atau jatah yang diberikan untuk daerah kita itu banyak formasinya. Namun ujung-ujungnya adalah pemerintah pusat yang menentukan jumlah formasi untuk masing-masing daerah. Soal jatah formasi untuk daerah, kita pun telah berjuang hingga ke tingkat pusat untuk itu. Tidak hanya satu dua kali, tapi sudah berkali-kali kita berjuang untuk itu. Yang menentukan kelulusan itu bukan kita di daerah, tapi itu semua dilakukan di tingkat pusat,” ujar Bupati Nato. Seperti pernah diberitakan sebelumnya, bupati beserta sejumlah pejabat terkait sudah ke pusat untuk memperjuangkan para Pencaker Intan Jaya di penerimaan CPNS Formasi 2013 lalu. Hanya saja, karena keterbatasan jatah formasi, sudah barang tentu tidak semua pelamar bisa terakomodir pada seleksi itu. Namun demikian, kata bupati, pihaknya sudah kembali berjuang untuk seleksi CPNS Formasi tahun 2014 ini. Penerimaan CPNS Formasi tahun 2014 ini juga dipastikan dalam waktu dekat juga bisa dilaksanakan. “Sekali lagi harap masyarakat bersabar. Ketika kita umumkan hasil tes formasi 2013, yang lulus tes tentu akan senang. Tapi mereka yang tidak lulus itu, yang sekarang sedang diperjuangkan agar langsung terbuka peluang kembali untuk ikut tes di formasi tahun 2014,” tuturnya. Menyongsong penerimaan CPNS Formasi 2014 yang juga akan dilakukan dalam waktu dekat ini, Bupati Nato berpesan kepada para pelamar untuk menjadikan tes sebelumnya menjadi pengalaman. Bagi pelamar yang tidak lolos formasi 2013 dan akan kembali mengadu nasib di tes CPNS formasi 2014, harus mempersiapkan diri dengan baik. Sehingga kesalahan-kesalahan di tes yang lalu tidak terulang lagi pada tes formasi tahun 2014 ini. (ros)   FOTO : BUPATI INTAN JAYA, NATALIS TABUNI           Dogiyai, Kabupaten Percontohan Perekaman KPE di Papua DOIGIYAI -  Kabupaten Dogiyai akan menjadi kabupaten percontohan dalam melakukan perekaman Kartu Pegawai Elektronik (KPE) di Provinsi Papua. Hal ini disebabkan oleh PNS yang melakukan perekaman Kartu Pegawai Elektronik sangat tinggi. Demikian dikatakan Kepala Bidang Kepegawaian Badan Kepegawaian Daerah Regional IX Provinsi Papua, Elias Wenda, S.Sos, M.Si, ketika melakukan sosialisasi perekaman KPE di Dogiyai. Lanjut Wenda, bagi PNS mempunyai multifungsi diantaranya pengganti Kartu Pegawai, dimana di dalam KPE ini mengunakan chip yang menyimpan data termasuk keuangan sebagai ATM PNS. Dan di dalam kartu ini akan terdapat foto, sidik jari dan data PNS. Banyak manfaat dari kartu KPE ini, pertama sebagai kartu Karpeg, kedua sebagai media ferivikasi layanan Akses, THT dan penisun, serta bisa digunakan sebagai ATM. Termasuk data keluarga ada di dalam ATM tersebut. Lanjut Wenda, perekaman data untuk KPE tersebut merupakan program dari Badan Kepegawaian Negara (BKN) Pusat bekerjasama dengan Sucofindo serta dibantu oleh pihak BKD Kabupaten Dogiyai dan Bank Papua Cabang Moanemani. Artinya seluruh PNS wajib mengikuti program ini. Perekaman tersebut, kata Wenda, untuk Kabupaten Dogiyai akan ditargetkan sebagai kabupaten percontohan dari kabupaten lain di Papua. Hal ini dikarenakan antusias perekaman KPE bagi PNS di Dogiyai sangat tinggi dari target waktu yang diberikan. Sementara itu, sebanyak 2 ribu PNS di lingkungan pemerintah Kabupaten Dogiyai telah melakukan perekaman KPE. Hal ini terungkap saat melakukan sosialisasi KPE oleh Bank Pembangunan Daerah Dogiyai, Kantor Badan Kepegawaian Provinsi Dan Pemerintah Daerah Kabupatren Dogiyai, beberapa hari lalu di gedung serba guna Dogiyai Dou Ena. Saat sosialisasi KPE, Kepal