BERITA HAEL : Bupati Lantik Pengurus KPA Intan Jaya   INTAN JAYA - Bertempat di Hotel Karya Papua, Sabtu (13/9), Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si didampingi Wakil Bupati Pdt Yann R. Kobogoyauw, S.Th, M.Div dan sekertaris Komisi Penanggulangan AIDS/HIV (KPA) Provinsi Papua, melantik kepengurusan KPA Kabupaten Intan Jaya. Dalam sambutannya Bupati Natalis Tabuni mengatakan, masalah HIV dan AIDS merupakan tanggung jawab bersama. Oleh karena itu kita harus menguatkan komitmen untuk bekerja bersama-sama menanggulangi masalah ini. Penanggulangan HIV/AIDS sangat penting dilakukan bersama-sama. Penularan HIV/AIDS tidak mudah akan tertular hanya karena makan dan minum bersama, berpelukan dengan orang terinfeksi, mandi di pantai/kolam bersama–sama juga kegiatan sosial apapun. Perlu dipahami, HIV hanya hidup dicairan tubuh manusia. Virus ini bisa menular bila ada pertukaran cairan tubuh dari satu orang ke orang lain. Salah satunya telah terinfeksi HIV karena hanya ada cairan tubuh HIV bisa menular melalui darah, cairan kelamin dan ibu kepada bayi yang dikandungan.  Informasi tentang bagaimana HIV bisa menular dan bisa dicegah harus selalu disampaikan gencar kepada masyarakat dengan bahasa yang mudah dipahami. Bila masyarakat memahami informasi tentang HIV dengan baik dan mereka akan bisa melindungi diri dan keluargannya. Dengan alasan ini KPA Kabupaten Intan Jaya dilantik. Untuk senantiasa menggencarkan slogan inforamsi yang benar, tepat dan terus menerus adalah awal pencegahan HIV merupakan tugas KPA dan para penggiat AIDS untuk selalu memberikan informasi yang benar kepada masyarakat luas. Slogan ini harus selalu menjadi pemacu semangat untuk bisa bekerja. Karena secara umum, program pencegahan ditujukan agar setiap orang mampu melindungi dirinya agar tidak tertular HIV. Dan tidak menularkan kepada orang lain secara spesifik pencegahan pada kelompok tertular untuk menghambat lajunya perkembangan HIV  dan memelihara produktifitas individu dan meningkatkan kualitas hidup. Sedangkan pencegahan pada kelompok beresiko tertular ditujukan untuk mengubah perilaku beresiko menjadi perilaku aman. Upaya pencegahan IMS, HIV dan AIDS akan berkontribusi terhadap pencapaian target MDGS 4, 5 dan 6. Yaitu penurunan kesakitan dan kematian bayi, penurunan dan kesakitan dan kematian ibu serta penanggulangan HIV-AIDS, malaria, TB dan penyakit lainnya. Pengendalian HIV dan AIDS di Kabupaten Intan Jaya secara keseluruhan belum berjalan dengan baik, mengingat SDM masih minim. Serta upaya informasi pencegahan HIV dan AIDS belum secara maksimal dilakukan. Sementara berdasarkan laporan P2 Dinas Kesehatan Kabupaten Paniai berdasarkan suku tahun 2000 hingga 2007 kita ada 1 kasus. Sementara lapoaran dari Dinas Kesehatan Kabupaten Intan Jaya tahun 2014 baru terdapat jumlah HIV/AIDS ada 2 kasus. Berdasarkan hal ini epidemi HIV di Papua pada situasi epidemi yang menyebar ke masyarakat umum (Generalized Epidemic) tidak menutup kemungkinan pada Kabupaten Intan Jaya penularan HIV/AIDS juga bisa ada.(des)   Ada foto Pelantikan KPA Intan Jaya Oleh Bupati.         BERITA 4 KOLOM :     Ketua Tim PKK Sosialisasi 10 Program NABIRE - Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Nabire, Yufinia Mote bersama stafnya melakukan sosialisasi 10 program PKK ke kelurahan dan kampung se-Distrik Nabire, Senin (15/9) kemarin. Kegiatan yang sama digelar bagi  para ibu tim PKK Kelurahan Siriwini. Kegiatan tersebut tampak dihadiri Kepala Kelurahan Siriwini, Felix Wempi Katmo, S.IP. Dalam kegiatan itu, Ketua PKK Kabupaten Nabire, Yufinia Mote mengatakan, PPK merupakan organisasi penggerak masyarakat yang terdiri dari orang–orang yang siap bekerja kapan saja. PKK tidak punya uang, sehingga kita bekerja dengan kerelaan hati bagi sesama di kalangan masyarakat di mana kita tinggal. Lebih lanjut dikatakan, PKK itu bukan saja dari unsur perempuan, tetapi juga bisa datangnya dari kaum laki-laki. Karena ada juga laki-laki yang dapat mengerti tentang tugas membentuk keluarga yang baik.  Sehingga PPK kedepan harus bekerja dengan data yang dapat disesuaikan dengan 10 program PKK. Perlu dipahami, sejak tahun 2010 lalu PPK sudah tidak lagi memiliki uang atau pegang uang dalam melaksanakan tugasnya. Sehingga kepala keluarahan selaku pembina PPK di tingkat kelurahan selalu harus ada laporan kegiatan atau program PKK yang dikoordinasikan.  Agar semuanya diketahui oleh pembina PKK di tingkat kelurahan. Dikatakan, dari 22 RT yang ada di Kelurahan Siriwini ini dibagi menjadi 4 Posyandu. Dari 4 Posyandu itu programnya dapat dilaporkan dan kepala kelurahan mempunyai tanggung jawab mengurus kegiatan yang diprogramkan dan dilaksanakan oleh PPK Kelurahan. Karena Posyandu itu milik masyarakat kelurahan dan kampung. Karena ibu–ibu yang datang membawa anak-anak bayi untuk ditimbang maupun kegiatan lainnya di Posyandu itu adalah anak-anak dari masyarakat. Sementara kehadiran mantri, suster dan dokter di Posyandu itu sebagai tenaga ahli yang ditugaskan membantu tim PPK dalam kegiatan Posyandu agar tetap berjalan. Untuk itu para ibu PKK diharapkan membuat program dan disampaikan kepada kepala kelurahan. Karena PKK itu mempunyai tanggung jawab besar dalam keluarga, lingkungan dan bagi sesama masyarakat. Sosialisasi 10 program PKK ini akan berlangsung bagi semua distrik dan kampung. Namun untuk sementara dipusatkan bagi kelurahan dan kampung yang ada di wilayah Distrik Nabire.  Sementara kampung dan distrik yang di luar kota akan dilihat soal waktu dan jarak.  Sehingga dalam satu hari ada dua kelurahan yang dikunjungi untuk kegiatan sosialisasi PPK. Sementara itu, Kepala Kelurahan Siriwini Distrik Nabire, Felix Wempi Katmo, S.IP mengatakan, untuk semua program dan kegiatan di wilayah Kelurahan Siriwini tetap akan didukung oleh dirinya selaku lurah maupun staf.  Sehingga terkait dukungan dana bagi PKK dan Posyandu sudah ada dalam DPA Kelurahan dan itu akan disalurkan sesuai Juknis. (des)   Ada foto Kegiatan Sosialisasi PKK Di Kelurahan Siriwini.       UIT Makassar Gandeng YPP Nabire Gelar Kuliah Perdana NABIRE – Universitas Indonesia Timur (UIT) Makassar bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Persada (YPP) Nabire, Senin (15/9) menggelar kuliah perdana yang dipusatkan di SMA Yapis Nabire. Turut hadir saat kuliah perdana, staf ahli bidang pemerintaha