BERITA HAEL :   Menparekraf Resmikan Desa Wisata Ugimba   JAKARTA – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Mari Elka Pangestu, meresmikan Desa Wisata Ugimba yang berada di Kabupaten Intan Jaya. Inilah destinasi baru untuk wisatawan, dekat dengan Puncak Carstensz, satu-satunya tempat bersalju di Indonesia. Provinsi Papua menawarkan Kampung Wisata Ugimba dan Carstensz sebagai destinasi pariwisata unggulan, sekaligus diharapkan mampu memberdayakan masyarakat sekitar. "Tanah Papua itu masih banyak yang alami dan harus kita jaga, seperti ada salju di sana," ujar Menparekraf Mari Elka Pangestu dalam acara jumpa pers Penandatanganan Prasasti Peresmian Desa Wisata Ugimba dan Daerah Wisata Carstensz Pyramid di Lantai 16, Gedung Sapta Pesona, Jl. Medan Merdeka Barat, Jakarta, Selasa (23/9). Acara tersebut juga dihadiri mantan Kapolda Papua, Irjen Pol Tito Karnavian dan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni, SS, M.Si, Wakil Bupati Intan Jaya, Yann R. Kobogoyauw, S.Th, M.Div dan sejumlah pejabat lainnya. Dengan peresmian ini, diharapkan wisatawan makin mudah untuk mendaki Carstensz dan mengunjungi tempat-tempat yang cantik di sekitarnya. "Kami (Intan Jaya) baru membangun diri untuk pariwisata baik dari infrastruktur dan homestay. Kami bersyukur atas peresmian Desa Wisata Ugimba yang juga yang bisa mengangkat potensi pariwisata di sana," ujar Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni. Desa Wisata Ugimba merupakan bagian dari Kabupaten Intan Jaya. Dari Jakarta, wisatawan bisa naik pesawat ke Timika atau ke Nabire dan lanjut menuju Intan Jaya. Perjalanan dari Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya ke Desa Wisata Ugimba memakan waktu sekitar 8 jam. Lalu, di Desa Wisata Ugimba terdapat banyak kebudayaan seperti ukiran dan masyarakat yang tinggal di dalam hutan masih ada yang menggenakan koteka. Panorama alamnya juga cantik. Desa Wisata Ugimba pun dekat dengan Puncak Carstensz, hanya dua hari perjalanan mendaki. Selanjutnya, Desa Wisata Ugimba bakal membenah diri untuk bisa mendatangkan banyak wisatawan dalam dan luar negeri. "Keamanan di Desa Wisata Ugimba terjamin karena bukan daerah konflik, tapi toh Papua kini semakin aman untuk turis. Ke depannya, kami juga berencana membangun honai (rumah adat papua) sebagai penginapan di sana," tandas Bupati Nato.   Kampung Wisata Ugimba, Gerbang Ideal untuk Pendakian ke Carstensz   Kampung Wisata Ugimba di Kabupaten Intan Jaya, Papua, kini menjadi pintu penjelajahan paling ideal untuk menaklukkan Puncak Carstensz. Penetapan Ugimba sebagai kampung wisata diiringi dengan penandatanganan Prasasti Puncak Cartensz sebagai daerah unggulan wisata dan Kampung Ugimba sebagai desa wisata di Papua. Kegiatan penandatanganan dilakukan di Gedung Kemenparekraf, Jakarta, Selasa (23/9) oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu disaksikan Bupati Intan Jaya Natalis Taboni, Tito Karnavian dari Mabes Polri dan pernah menjabat Kapolda Papua, Gories Mere dan Lennis Kogoya dari Ketua Lembaga Adat Papua, perwakilan dari Pemda Provinsi Papua, Pemda Kabupaten Intan Jaya, dan tokoh masyarakat adat Desa Ugimba. Dalam sambutannya, Mari Elka mengutarakan bahwa penetapan dua destinasi unggulan tersebut merupakan bagian dari pelaksanaan program Kemenparekraf untuk meningkatkan kontribusi sektor pariwisata dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat, terutama bagi masyarakat yang tinggal di pedesaan. "Penetapan Kampung Ugimba sebagai kampung wisata akan berperan ganda sebagai pemberdayaan masyarakat sekaligus menjaga konservasi alam Puncak Carstensz Pyramid dimana selama ini dikenal sebagai satu-satunya puncak gunung di wilayah tropis yang memiliki salju abadi. Destinasi unggulan ini juga diharapkan berperan dalam pemberdayaan masyarakat di sekitar obyek wisata yang menjadi bagian penting dari program pariwisata berkelanjutan," ungkapnya. Sementara itu, Direktur Cartensz Adventure, Maximus Tipagau menyampaikan kepada Indonesia.travel bahwa penandatangan dua prasasti tersebut menempatkan tujuan wisata minat khusus Puncak Cartensz akan sama dengan tempat Wisata Raja Ampat di Papua Barat. Hal ini juga sebagai langkah awal mulai bekerja bersama agar Cartensz dan Kampung Ugimba dapat dijadikan tempat wisata yang layak dikunjungi wisatawan serta menepis isu negatif terkait isu keamanan. “Isu-isu negatif selama ini dihembuskan untuk menghalau masuknya wisatawan asing ke Cartensz. Dengan penandatanganan ini kami berharap mendapat perhatian khusus,” tuturnya. Putra kelahiran Desa Ugimba itu mengatakan, selama ini dirinya telah bekerja keras agar dapat meyakinkan pemerintah daerah, provinsi dan pusat. Penetapan Kampung Ugimba sebagai kampung wisata sendiri merupakan usulan masyarakat setempat yang diajukan melalui Yayasan Somatua. Carstensz Pyramid atau Puncak Jaya Wijaya merupakan satu dari lima gunung di Bumi yang paling diidamkan para pendaki dari seluruh dunia. Jalur pendakian Carstensz yang umum yakni Sugapa-Ugimba-Carstensz memungkinkan pendaki untuk mampir ke desa wisata Ugimba. Potensi wisata yang bisa digali di kawasan sekitarnya cukup beragam, di antaranya ada Sungai Kemabu yang bisa dijadikan lokasi arung jeram, Sungai Nabu yang memiliki aliran terbalik menuju ke arah Gunung Carstensz, sungai berbau harum dan menghasilkan garam, padang golf alami di Putigapa, hingga flora dan fauna endemik seperti anggrek lokal dan hewan endemik langka, yaitu dingiso. (ist/ros)     FOTO : 24-09-14-Prasasti Puncak Carstensz Intan Jaya       BERITA 4 KOLOM :     Upaya Peningkatan Opini WDP, Pemkab Nabire Gandeng BPKP Gelar Pembekalan Teknis Sensus BMD 2014 NABIRE – Dalam rangka sosialisasi dan pengarahan (pembekalan) tehnik Sensus Barang Milik Daerah (BMD) Kabupaten Nabire tahun 2014 dan Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) Nomor 17 Tahun 2007 tentang Pedoman Teknis Pengelolaan BMD serta upaya peningkatan ataupun mempertahankan opini Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI), Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Badan Pengelola Keuangan dan Asset Daerah (BPKAD) Nabire mengandeng dan berkerja sama dengan pihak BPKP Provinsi Papua. Kegiatan bertujuan memberikan pemahaman umum tentang Sensus BMD serta pendampingan sensus BMD yang merupakan bagian dari alih pengetahuan tentang tata melakukan teknik sensus yang baik sesuai Permendagri 17 Tahun 2017 tentang BM