Berita Edisi Kamis, 25 September 2014
BERITA HAEL : Kapolda Papua Kunjungi Polres Nabire *Setiap Anggota Polri Harus Jalankan Pelayanan Pro Rakyat NABIRE - Dengan menggunakan pesawat komersil, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, SH., M.Hum didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Sri
Bagikan
BERITA HAEL :
Kapolda Papua Kunjungi Polres Nabire
*Setiap Anggota Polri Harus Jalankan Pelayanan Pro Rakyat
NABIRE - Dengan menggunakan pesawat komersil, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, SH., M.Hum didampingi Ketua Bhayangkari Daerah Papua, Ny. Sri Yekti Yotje Mende, tiba di Bandara Nabire, Rabu (24/9).
Kapolda Papua beserta rombongan tiba di Nabire dari Polda Papua sekitar pukul 08.00 Wit, dalam rangka Kunjungan Kerja Kapolda Papua Ke Polres Nabire. Kedatangan Kapolda Papua dan rombongan disambut Kapolres Nabire, AKBP. Tagor Hutapea, S.Ik., M.Si yang didampingi Ketua Cabang Bhayangkari Nabire, Ny. Judith Hutapea.
Selain Kapolda Papua, beberapa pejabat teras Polda Papua, diantaranya, Irwasda Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Gede Sigianyar Dwiputra, M.Si., Karo Ops Polda Papua, Kombes Pol. Drs. Tatang, Kabid Humas Polda Papua, Kombes Pol. Sulistyo Pudjo juga turut dalam rombongan Kunker Kapolda Papua ke wilayah Polres Nabire.
Kedatangan Kapolda Papua beserta rombongan juga disambut acara tradisi injak piring dan tarian penyambutan yakni, tarian yosim pancar sebagai ucapan selamat datang dan selamat menginjakkan kaki di tanah Nabire. Setalah tiba di Bandara Nabire, Kapolda Papua beserta rombongan beristirahat sejenak di VIP Room Bandara Nabire. Selanjutnya melanjutkan perjalanan menuju Mako Polres Nabire, guna menerima laporan satuan dan paparan Kapolres Nabire, terkait situasi dan kondisi keamanan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Nabire.
Dalam arahan Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, SH., M. Hum di hadapan para anggota Polres Nabire, yang bertempat di depan koridor Mako Polres Nabire, mengatakan, pada saat ini Polri masih dalam era “Parthnership Building” atau era kemitraan antara Polri dengan masyarakat dan antara Polri dengan sesama Polri. Kemitraan tersebut harus senantiasa terjalin hingga saat ini.
“Sampai saat ini, Polres Nabire masih dalam kategori aman dan kondusif, dan saya juga berterima kasih kepada Kapolres Nabire beserta jajarannya yang telah bersama-sama menjaga wilayah hukum Polres Nabire dalam keadaan kondusif,” tuturnya.
Terkait dengan kebijakan yang diambil Kapolda Papua selama menjabat menjadi Kepala Kepolisian Daerah Papua, yakni memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat. Pelayanan terbaik yang di maksud adalah, Pelayanan Polda Papua Pro Rakyat. Pro rakyat adalah Polri selalu bersama dengan rakyat dengan masyarakat untuk memberikan rasa aman, memberikan perlindungan, pengayoman dan penegakan hukum yang terbaik di wilayah Papua dan lebih khusus di wilayah Polres Nabire.
Kata Kapolda, pelayanan pro rakyat mengandung arti provesional terhadap rakyat, dan provesional berarti setiap anggota Polri harus dapat melaksanakan tugas sesuai dengan fungsi dan kemampuan kita masing-masing. Selain itu, anggota Polri terlebih khusus para personil Polres Nabire untuk dapat melayani masyarakat dengan ramah.
Menurutnya, pelayanan 3 S yakni, Senyum, Sapa dan Salam harus dilakukan oleh setiap anggota Polri, dimana setiap anggota Polri wajib memberikan pelayanan kepada masyarakat dengan adil tanpa membeda-bedakan strata sosial, dalam arti di dalam pelayanan tidak mengutamakan kepentingan orang-orang yang berduit atau yang berdasi. Sehingga, masyarakat dapat terkesan dengan Polri, dan ini harus dilaksanakan.
Selain itu, setiap anggota Polri harus bisa bekerjasama dengan siapapun sesuai dengan fungsi satuan masing-masing. Sehingga, ketika ada masyarakat yang ingin meminta perlindungan, pengayoman dan pelayanan kepada Polri, harus dilayani dengan baik dan tidak menolak. Setiap anggota Polri juga harus yakin, bahwa apa yang diberikan kepada masyarakat, itulah yang terbaik untuk masyarakat dalam pelayanan proses penegakan hukum bagi masyarakat. Dan yang berikutnya, adalah setiap anggota Polri harus memiliki akuntabilitas yang tinggi, dalam arti setiap permasalahan yang di terima dalam setiap proses penegakan hukum positif kepada masyarakat harus di pertanggung jawabkan. Yang terakhir adalah, di dalam memberikanan pelayanan, perlindungan pengayoman kepada masyarakat, setiap anggota Polri harus menjalani dengan transparan atau terbuka kepada masyarakat dan tidak boleh di tutup-tutupi.
“Banyak masyarakat yang menilai, bahwa Polisi itu terkesan menutup-nutupi. Padahal tidak ada yang di tutup-tutupi, sebagai contoh di dalam bidang penyidikan, kecuali mungkin ada hal-hal yang tidak perlu diketahui oleh publik, tetapi kalau hal-hal yang secara rutin atau normatif silahkan di ekspos. Dan setiap pimpinan, baik Kapolres maupun Kapolsek tidak perlu menghindari wartawan, kalau di cari wartawan, setiap Kapolsek wajib memberikan jawaban atas apa yang di pertanyakan, yakni apa yang terjadi, dimana terjadinya, siapa yang melakukannya dan siapa yang menjadi korban, itu wajib diberikan jawaban, tetapi kalau ada hal-hal yang masih dalam penyelidikan atau ada hal-hal yang tidak bisa anda berpersepsi, jangan dilakukan,” pungkas Kapolda. (cad)
*foto : 25-09-14 Cad, Kedatangan Kapolda dan 25-09-14 Cad, Kapolda Papua, Irjen Pol. Drs. Yotje Mende, SH., M.Hum, Saat Memberikan Arahan dihadapan Anggota Polres Nabire
BERITA 4 KOLOM :
Pasca Pengumuman CPSD Deiyai, Kepala BKD Undurkan Diri
DEIYAI - Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Deiyai, Elimelek Edoway, S.Sos mengundurkan diri dari jabatan. Sebagai penggantinya ditunjuk Sekretaris BKD, Januarius Adii, S.IP sebagai pelaksana tugas harian.
Demikian dikatakan Bupati Deiyai, Dance Takimai, A.Ks dihadapan para honorer saat pertemuan terkait pengangkatan sebagai CPNSD, yang berlangsung di halaman kantor bupati, Rabu (24/9).
Dihadapan ratusan honorer, Bupati Dance mengatakan, terkait dengan status honorer yang sudah mengisi formulir sudah dikeluar. Namun pemerintah tidak bisa mengumumkan karena ada beberapa hal, salah satu diantaranya daftar nama yang dinyatakan lulus sebagai CPNSD tidak ada orang asli Deiyai ataupun sudah lama mengabdi sebagai honorer.
“Kita akan berupaya jika ada formasi ditahun-tahun depan akan prioritaskan bagi para honorer yang sudah mengisi formulir,” ungkapnya disambut tepuk tangan meriah oleh para honorer.
Bupati juga berjanji, upah pengabdian sebelum diangkat menjadi CPNSD, akan ditambahkan menjadi dua juta per orang. Hal itu dilakukan dengan tujuang meningkatkan semangat kerja bagi para honorer yang sudah lama mengabdi di lingkungan pemerintah Kabupaten Deiyai. (ist)
John NR Gobai : Saya Tak Hambat DOB Delama
NABIRE – Aspirasi pemekaran Delama Jaya di
Bagikan artikel ini



