NABIRE - Disana–sini semua pihak sudah angkat bicara soal pengalihan status guru SMA dan SMK yang pada akhirnya berbuntut pada pembicaraan para guru SMA dan SMK yang hingga kini belum juga menerima gaji sebagai konsekwensi dari tugas seorang Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah ini. Untuk itu, dari hasil diskusi antara wartawan media ini, Jumat (26/1), bersama kepala sekolah dan beberapa orang dewan guru SMA Bhakti Mandala Nabire, akhirnya para guru mengatakan kesabaran hanya ada pada seorang guru, walaupun hingga saat ini bekerja tanpa upah atau gaji. Karena sudah satu bulan para guru ini bekerja tanpa gaji dan beras jatah ASN, namun mereka guru tetap masih semangat dan setia melaksanakan tugas. Sebab suka tidak suka tugas seorang guru itu datangnya dari panggilan hati untuk bisa melayani pula dengan hati pula. Sebab, panggilan guru hanya bekerja dan mengabdi dengan tulus hati untuk anak-anak bangsa, walaupun haknya tak kunjung ada berita pasti dari pihak-pihak yang punya kewenangan untuk mengurus nasib para guru SMA dan SMK setelah pengalihan status mereka dialihkan menjadi ASN daerah Provinsi Papua. Dalam pembicaraan Kepala SMA Bhakti Mandala Nabire Agustinus Ambadatu, S.Pd mengatakan selaku kepala sekolah selalu menjaga ucapan kepada semua guru di sekolah ini dan jika ada guru yang bertanya soal gaji, selaku kepala sekolah hanya minta mereka sabar. Karena selaku kepala sekolah juga menjadi bagian dari guru SMA dan SMK  yang hingga saat ini tidak menerima gaji. Untuk itu, dirinya mengajak guru SMA Bhakti Mandala agar tetap tenang, setia dan sabar melayani anak-anak di kelas sesuai tugas dan panggilan sebagai seorang guru.(des)