Dinas Pertanian Kebut Tanam Padi Modern 567 Hektare
“Program ini seharusnya sudah mulai sejak Juli, tetapi terkendala kemarau panjang dan rehabilitasi jaringan irigasi Kalibumi,” ujarnya.

NABIRE - Dinas Pertanian Kabupaten Nabire mempercepat pelaksanaan program pengembangan padi PM AAS (Pertanian Modern Advanced Agriculture System) seluas 567 hektare pada 2026. Percepatan program tersebut dibahas dalam rapat koordinasi yang digelar di Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Nabire, Kamis (10/9/2026).
Kepala Dinas Pertanian Nabire, Yasor Victor Sawo, saat ditemui media ini di ruang kerjanya mengatakan program tersebut semestinya mulai dilaksanakan pada Juli 2026. Namun, pelaksanaannya tertunda akibat kemarau panjang dan proses rehabilitasi jaringan irigasi Kalibumi di Kampung Bumi Raya.
“Program ini seharusnya sudah mulai sejak Juli, tetapi terkendala kemarau panjang dan rehabilitasi jaringan irigasi Kalibumi,” ujarnya.
Menurut Yasor, saat ini berbagai persiapan terus dikebut. Ketersediaan pupuk dan benih telah disiapkan, sementara jaringan irigasi Kalibumi direncanakan mulai diuji coba pada Senin mendatang. Dalam pelaksanaannya, program PM AAS menggunakan sistem tabela (tanam benih langsung) dengan pola jajar legowo.
Jarak tanam sekitar 25 sentimeter antarbaris, dengan jarak legowo 40 sentimeter. “Tanah harus tetap lembap, tidak berair, supaya benih tidak hanyut,” jelasnya.
Untuk kebutuhan benih, setiap hektare diperkirakan memerlukan sekitar 70–80 kilogram.
Program pengembangan padi tersebut mencakup lahan seluas 567 hektare yang tersebar di Distrik Nabire Barat, khususnya Kampung Bumi Raya, serta Distrik Makimi, meliputi Kampung Biha, Lagari Jaya dan Maidei.
Rakor tersebut turut dihadiri unsur balai/badan terkait Kementerian Pertanian di Papua Tengah, Dinas Pertanian Provinsi Papua Tengah, Balai Wilayah Sungai Papua, Pupuk Indonesia beserta distributor, pengawas benih, serta BPP Makimi dan Nabire Barat.
Yasor menjelaskan, koordinasi lintas sektor diperlukan untuk memastikan berbagai kendala teknis maupun nonteknis di lapangan dapat segera ditangani.
Program PM AAS merupakan bagian dari penerapan teknologi pertanian modern Kementerian Pertanian yang diarahkan untuk meningkatkan produksi dan produktivitas padi di Kabupaten Nabire. (amd)
Bagikan artikel ini



