Tugas Disdik Bukan di Kantor Saja, Perlu Turlap
NABIRE - Perlu dipahami bahwa Tugas dan Fungsi (Tupoksi) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nabire bukan saja dibalik meja dan berhadapan dengan kertas atau di kantor saja, akan tetapi tugas Dinas Pendidikan yang lebih utama adalah melakukan kegiatan evaluasi dan monitorin
Bagikan
NABIRE - Perlu dipahami bahwa Tugas dan Fungsi (Tupoksi) Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Nabire bukan saja dibalik meja dan berhadapan dengan kertas atau di kantor saja, akan tetapi tugas Dinas Pendidikan yang lebih utama adalah melakukan kegiatan evaluasi dan monitoring atau Turun Lapangan (Turlap), guna melihat dari dekat Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Sebab, dalam kegiatan Turlap itu, bukan saja melihat dari dekat KBM yang dilaksanakan oleh guru atau para pengajar, akan tetapi melihat dari dekat juga sarana dan prasarana lain yang menjadi penunjang bagi guru di lapangan agar proses KBM itu tetap berjalan sesuai dengan harapan bangsa, negara dan orangtua murid.Namun kenyataan hingga saat ini Disdik Kabupaten Nabire tidak diberikan dana kegiatan Turlap untuk melakukan evaluasi dan monitoring, sehingga sampai saat ini pula dinas tidak punya data lapangan yang mencatat bahwa KBM di sekolah-sekolah pinggiran dan terpencil itu berjalan atau tidak.Demikian dikatakan Sekretaris Disdik Nabire Primus Butu,S.Pd, kepada Papuapos Nabire, Rabu (21/9) di ruang kerjanya seraya menambahkan, tugas Dinas Pendidikan bukan di kantor saja, akan tetapi juga harus melakukan kegiatan evaluasi dan monitoring di lapangan, karena kita tahu bahwa di pelosok tidak ada guru yang tinggal melaksanakan tugas, maka KBM juga tidak jalan.Lanjutnya, tidak efektifnya KBM di sekolah–sekolah pinggiran dan di daerah terpencil bukan lagi menjadi rahasia akan tetapi hal ini telah diketahui semua orang, terutama Dinas Pendidikan dan hal ini pula selalu ada laporan dari masyarakat, juga ada sorotan tajam terhadap dinas seakan-akan Disdik itu tinggal diam saja.Tekannya, namun kita semua sama tahu bersama bahwa dipinggiran itu KBM tidak jalan sesuai harapan kita dan semua ini terjadi akibat kekosongan guru di kampung–kampung terpencil, sehingga KBM itu tidak berjalan secara efektif dan hal ini sebenarnya tidak boleh biarkan semestinya segera bisa diselesaikan.Menurutnya, untuk menjawab semua ini perlu ada dukungan dana evaluasi dan monitoring yang diberikan kepada Dinas Pendidikan, lantaran di tiga distrik paling terpencil sekolahnya, yakni i Kampung Taumi dan Kampung Keuw Distrik Wapoga yang tugas seorang guru honor terpaksa menjadi kepala sekolah dan hingga kini dinas belum bisa kesana ketahui, apakah KBM itu jalan atau tidak.Sementara itu di Distrik Dipa ada empat 4 Sekolah Dasar (SD) dan 2 SD lagi di Distrik Menou yang dikabarkan hingga saat ini tidak ada guru yang tinggal dan melaksanakan tugas, sehingga tugas Dinas Pendidikan bukan saja di kantor dan terima laporan, akan tetapi perlu ada kegiatan Turlap guna melakukan evaluasi dan monitoring, dengan demikian Dinas Pendidikan membutuhkan dana untuk turun ke lapangan.(des)
Bagikan artikel ini



