Termakan Usia, 8 RKB SD Inpres Nabarua Layak Diganti Atap Senk
NABIRE - Karena termakan usia sebanyak delapan (8) Ruangan Kelas Belajar (RKB) SD Inpres Nabarua sudah layak harus diganti atapnya dengan d
Bagikan
NABIRE - Karena termakan usia sebanyak delapan (8) Ruangan Kelas Belajar (RKB) SD Inpres
Nabarua sudah layak harus diganti atapnya dengan daun senk. Sebab, dengan
rusaknya atau bolongnya atap senk, 8 ruangan ini sering dimasuki air apabila
Nabire diguyur hujan deras di malam maupun siang hari dan jika terjadi di siang
hari terpaksa para murid harus menghentikan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Perlu diketahui oleh semua pihak, bahwa SD Inpres Nabarua juga tercatat sebagai SD murid
terbanyak dari seluruh SD yang ada di Kabupaten Nabire, dimana hingga kini
jumlah murid SD Inpres Nabarua sebanyak 676 murid, namun dari jumlah kelas atau
RKB yang ada sangat kurang untuk memenuhi ketentuan jumlah murid per kelas. Sehingga dari jumlah murid yang padat itu pihak sekolah terpaksa mengambil alih dengan
melakukan penumpukan murid mulai dari kelas IV hingga kelas VI dengan harapan
agar KBM bisa berjalan normal di pagi hari sesuai ketentuan, walaupun jumlah
murid dipadatkan dari kelas IV hingga kelas VI. Dikatakan Kepala SD Inpres Nabarua Debora Kiding, kepada Papuapos Nabire Sabtu (10/2), di ruang
kerjanya menambahkan, akibat bolongnya atap senk di 8 RKB saat aktifitas KBM
berjalan, membuat para murid terganggu karena guru kelas terpaksa harus
menghentikan kegiatan mengajar dan jika hujan di malam hari, maka pagi harus
dibersihkan lagi terlebih dulu barulah KBM berjalan. Untuk itu, dari bolongnya atap senk di 8 ruangan kelas, dengan penumpukan murid hingga SD Inpres
Nabarua tidak memiliki perpustakaan sekolah, maka pihaknya meminta adanya
bantuan dan perhatian dari Pemerintah Kabupaten Nabire, karena dari sekolah
dasar inilah guru tanamkan dasar ilmu pengetahuan kepada 676 calon pemimpin
bangsa. “SD Inpres Nabarua memiliki sejumlah buku-buku bacaan yang sangat banyak, namun kami tidak
memiliki gedung perpustakaan yang layak, sehingga buku-buku tersebut diamankan
pada satu ruangan kecil tanpa digunakan atau dibaca oleh para murid. Sebab
gudang yang ada hanya untuk sebatas gudang yang tidak bisa digunakan lagi
sebagai tempat membaca,” katanya. Sehingga untuk saat ini SD Inpres Nabarua membutuhkan tiga ruangan belajar, satu gedung
perpustakaan dan satu ruangan dewan guru, karena ruangan guru yang saat ini
digunakan sesungguhnya merupakan ruangan kelas yang terpaksa dialih-fungsihkan
sebagai ruangan bagi dewan guru.(des)
Bagikan artikel ini



