NABIRE - Tenaga honorer di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) pada bidang kebersihan kota Nabire gelar aksi menanggapi isu bahwa pemerintah daerah akan meniadakan (menghapus) dinas tersebut. Sekitar pukul 11.10 WIT tenaga honorer melakukan pemalangan pintu dinas tersebut, Rabu (10/1). Pantauan media ini di lapangan, terlihat tenaga honorer yang bekerja di bidang kebersihan kecewa dengan apa yang dilakukan pemerintah. Tenaga honorer akan menunggu kedatangan Bupati Isaias Douw, S.Sos, MAP. Pegawai negeri sipil di Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Nabire yang sudah masuk, pulang tempo. Dinas sepi dan pintu masuk/pagar dinas dipaku mati oleh tenaga honorer. Akan dibuka menunggu kedatangan Bupati Nabire. Dalam orasinya, tenaga honorer menyampaikan bahwa pemerintah ada karena adanya masyarakat. Dan juga sebaliknya, masyarakat ada karena adanya pemerintah.  Sehingga kedua-duanya saling membutuhkan satu sama lain dan tidak bisa dipisahkan atau digugat oleh siapapun. Jika akan ada inisiatif meniadakan Dinas Lingkungan Hidup dan di bidang kebersihan, kedepannya sampah-sampah di Kota Nabire yang menumpuk mau dikemanakan ? “Mengapa dikatakan pemerintah tutup dinas ini padahal tenaga honorer mencari nafkah untuk mencukupi kebutuhan hidup keluarga ada disitu. Pemerintah sebagai abdi negara dan abdi masyarakat berarti mencari jalan solusi terbaik kepada kami tenaga honorer yang ada ini. Apakah bisa diangkat pegawai negeri semua ataukah masih ada yang tidak diangkat,” kata salah satu pegawai. Lanjut mereka, akan menanyakan alasan apa pemerintah menutup dinas tersebut. Karena ini sumber kehidupan tenaga honorer di dinas ini. “Kami akan menanyakan kepada pemerintah daerah, sebab perasaan manusia itu semua sama ciptaan Tuhan. Tidak ada terkecuali di bumi ini hanya beda adalah umur, jabatan, nasib dan sebagainya hingga semestinya dapat dipahami dengan baik dan benar,” ungkapnya.(modes)