Tak Terima Tempat Jualan Akan Dibongkar Pol PP, Mama-mama Penjual Sayur Mengadu ke DPRK
NABIRE - Tidak terima tempat jualan sayur dan ikan akan dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Setda Kabupaten Nabire, Mama-mama penjual sayur dan ikan di depan Pasar Kalibobo mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Nabire, Kamis (6/02/2025).

NABIRE - Tidak terima tempat jualan sayur dan ikan akan dibongkar oleh Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Setda Kabupaten Nabire, Mama-mama penjual sayur dan ikan di depan Pasar Kalibobo mengadu ke Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Kabupaten Nabire, Kamis (6/02/2025).
Mama-mama penjual sayur dan juga para penjual ikan berbondong-bondong ke kantor DPR Kabupaten Nabire, guna menyampaikan aspirasi kepada wakil rakyat.
Lenora Wonatorey, selaku penjual sayur yang juga mewakili mama-mama untuk berbicara, dirinya mengatakan, mama-mama yang datang ini para penjual sayur yang bertahan untuk berjualan dari pagi hingga malam di Pasar Kalibobo.
“Kita jualan dari pagi jam 7 sampai jam 10 itu sudah tidak ada pembeli, jadi kita yang di dalam itu yang keluar mengisi di pinggir jalan,” ujar Lenora.
Jadi kemarin Satpol PP datang kasih surat edaran, mereka mengatakan besok pembongkaran jadi masuk ke dalam pasar. “Kami siap masuk berjualan di dalam pasar, tapi kalian tertibkan dulu yang lain, lapak-lapak di pinggir jalan, penjual ikan yang berjejeran di Tugu Patimura Kalinona, yang sudah memakai trotoar pejalan kaki itu mereka gunakan untuk berjualan, Pasar Smoker, Pasar KPR dan lain-lain,” tambah Lenora.
Dirinya juga mengungkap, pendapatan mereka yang berkisar 10 ribu hingga 20 ribu itu tidak cukup untuk kebutuhan sehari, belum dihitung uang ojek untuk anak-anak ke sekolah.
“Maka dari itu kami berjualan di pinggir jalan untuk tambah-tambah kebutuhan, karena kami berjualan di dalam itu sampai jam sepuluh pagi sudah sepi. Kami harus berjualan sore di pinggir jalan agar kami bisa makan,” ungkapnya.
Tidak sampai di situ, salah satu penjual ikan juga mengatakan hal yang sama. Ketika berjualan di dalam sampai jam 10 pagi sudah sepi, alias pembeli berkurang.

“Makanya kami harus berjualan juga di pinggir jalan karena ikan-ikan ini paling lambat dua hari sudah pucat warnanya, jadi kami harus berusaha jualan di luar agar ikan-ikan ini dalam dua hari sudah harus habis,” terangnya.
Hal ini pun dijawab baik oleh Ketua DPR Sementara Kabupaten Nabire, Nancy Worabay. Dirinya mengatakan, besok bapak ibu berjualan saja, sambil menunggu informasi selanjutnya dari dewan. “Kami akan berkoordinasi dengan Kasat Pol PP dan juga pihak pemerintah daerah supaya penyelesaiannya seperti bagaimana,” ujarnya.
Nancy Worabay juga mengatakan, kemungkinan mau dibongkar karena faktor kemacetan, karena jika lewat di situ pada sore hari, pasti dapat macet, mungkin itu. “Kami akan berkoordinasi lagi, ibu-ibu jualan saja dulu sambil menunggu informasi selanjutnya dari kami seperti apa,” tutup kader PDIP tersebut.(joseph)
Bagikan artikel ini



