Tangisan Maria Tasik Usai Persidangan, Luapkan Duka dan Kekecewaan Keluarga
Maria terlihat menangis histeris dengan suara bergetar. Ia mempertanyakan empati dan rasa kemanusiaan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara yang telah menyita perhatian keluarga tersebut.

NABIRE - Suasana emosional mewarnai momen setelah persidangan perkara pidana anak di Kabupaten Nabire, Jumat (04/09/2026). Ibu korban, Maria Tasik, tak kuasa menahan tangis dan meluapkan rasa kecewa serta duka mendalam di hadapan sejumlah orang usai persidangan.
Maria terlihat menangis histeris dengan suara bergetar. Ia mempertanyakan empati dan rasa kemanusiaan pihak-pihak yang berkaitan dengan perkara yang telah menyita perhatian keluarga tersebut.
Dalam luapan emosinya, Maria menyoroti sejumlah tuduhan serta sudut pandang yang menurutnya menyudutkan pihak keluarganya. Ia menyampaikan bahwa sejumlah hal yang disebutkan dalam proses perkara dinilainya tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan yang dipahami keluarga.
Maria juga menegaskan bahwa pihak yang dituduhkan tidak pernah mengakui adanya tindakan penyiksaan maupun tindakan yang direncanakan sebagaimana yang disebutkan. Pernyataan tersebut disampaikan sebagai pandangan dan keberatan dari pihak keluarga setelah mengikuti proses persidangan.
Di tengah tangisannya, Maria mengungkapkan kesedihan mendalam atas hilangnya nyawa anaknya. Menurut dia, kehilangan tersebut meninggalkan luka yang sangat dalam bagi keluarga dan tidak mungkin mengembalikan orang yang telah meninggal dunia.
Ia juga mengajak sesama ibu untuk membayangkan perasaan orang tua yang harus kehilangan buah hati.
“Coba kita sama-sama sebagai seorang ibu, bagaimana rasanya kalau kehilangan anak. Nyawa yang sudah hilang tidak mungkin kembali lagi,” ungkap Maria Tasik usai Persidangan.
Pernyataan itu disampaikan dalam suasana penuh emosi setelah Maria mengikuti rangkaian persidangan dan mendengar putusan majelis hakim.
Maria juga berharap seluruh pihak dapat menyikapi perkara tersebut secara bijak dan tidak mengeluarkan pernyataan maupun melakukan tindakan yang dinilai dapat semakin menyudutkan keluarga.
Ia berharap proses hukum yang telah berjalan tetap dihormati, namun di sisi lain, duka dan trauma yang dirasakan keluarga atas kehilangan seorang anak juga dapat dipahami dan mendapat empati.
Momen tangisan Maria Tasik kemudian menjadi perhatian setelah rekaman video tersebut beredar di masyarakat. Dalam video itu terlihat kuatnya emosi dan kesedihan keluarga setelah mengikuti proses persidangan.
Meski demikian, pernyataan dan tudingan yang disampaikan Maria merupakan pandangan dari pihak keluarga. Sementara fakta hukum dalam perkara tersebut tetap mengacu pada proses pembuktian serta pertimbangan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Nabire yang telah dituangkan dalam putusan.(Luk)
Bagikan artikel ini



