NABIRE - Akibat kekurangan Ruangan Kelas Belajar (RKB) di SD Inpres/Negeri, akhirnya pihak sekolah mengambil keputusan dua kelas diberikan kesempatan atau waktu untuk masuk mengikuti proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di siang hari.Kekurangan rombongan atau RKB di SD Inpres/Negeri 02 Girimulyo ini sesungguhnya berlangsung lama, dan atas kekurangan RKB ini pihak sekolah tidak tinggal diam akan tetapi berupaya keras ke pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire.Namun upaya dan kerja keras yang dilakukan pihak sekolah juga belum menghasilkan apa-apa atau mendapatkan tanggapan apapun dari Pemda, sehingga dengan kekurangan RKB ini terpaksa dua kelas harus dikorbankan masuk dan belajar di siang hari.Demikian dikatakan Kepala SD Inpres 02 Girimulyo Pieter Welerubun kepada Papuapos Nabire, Sabtu (21/4), di ruang kerjanya seraya menambahkan, jika pemerintah daerah melalui dinas pendidikan bantu dua RKB, pasti semua murid dapat mengikuti proses KBM di pagi hari.Untuk itu, besar harapan pihak sekolah bersama orang tua murid kepada pemerintah daerah melalui dinas pendidikan agar bisa menjawab kebutuhan akan 2 RKB di SD Inpres 02 Girimulyo agar pada tahun–tahun pelajaran mendatang tidak ada lagi murid yang mengikuti proses KBM di siang hari.“Dan menurut informasi yang kami dengar dari orang dinas pada tahun 2018 ini akan ada bantuan pembangunan dua RKB lagi, sehingga besar harapan kami kiranya kabar ini menjadi kenyataan dan memberikan semangat bagi kami guru, murid dan orang tua,” pungkasnya. (des)