Tak Ada “Permainan” di SPBU
NABIRE – Pemberitaan medua ini edisi Senin (18/7) pada halaman 2 dengan judul Diduga Ada “Permainan” Di SPBU, diklarifikasi oleh pihak Pertamina Nabire melalui Sales Executive Retail II Papua, Fresly Leo Chandra Hutapea dan pihak SPBU Bumiwonorejo. Melalui klarifikasinya di
Bagikan
NABIRE – Pemberitaan medua ini edisi Senin (18/7) pada halaman 2 dengan judul Diduga Ada “Permainan” Di SPBU, diklarifikasi oleh pihak Pertamina Nabire melalui Sales Executive Retail II Papua, Fresly Leo Chandra Hutapea dan pihak SPBU Bumiwonorejo. Melalui klarifikasinya disebutkan, tidak benar dugaan adanya “permainan” di SPBU di daerah ini. Tidak ada tujuan tertentu yang terselubung dari beberapa SPBU di daerah ini untuk meraup keuntungan dari konsumen.
Dikatakan Sales Executive Retail II Papua, Fresly Leo Chandra Hutapea, tindakan memencet-mencet kontak pada kran pengisian tidak berimbas berkurangnya takaran BBM yang diisi ke tangki kendaraan. Saat petugas SPBU memencet kontak saat pengisian, tidak akan ada ruang hampa yang mengakibatkan berkurangnya takaran BBM.
“Mesin pengisi BBM yang digunakan di SPBU ini telah disertifikasi dan bisa dipastikan takaran tidak berkurang. Ada sejumlah pengujian yang dilakukan terhadap mesin ini, sehingga hal-hal seperti yang dikhawatirkan konsumen seperti tadi itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
Pengujian terhadap mesin itu dilakukan oleh sejumlah pihak. SPBU sendiri juga melakukan pengujian agar takaran yang dikeluarkan melalui mesin itu tidak meleset kuantitasnya. Selain pengujian yang dilakukan oleh pihak SPBU, pihak Pertamina juga melakukan pengecekan terhadap mesin tersebut. Bahkan, dari pihak pemerintah Provinsi Papua melalui instansi terkait juga secara berkala melakukan pemeriksaan.
“Kami informasikan kepada masyarakat konsumen untuk tidap perlu ragu dan takut terkait takaran mesin pompa di SPBU ini. Ketakutan seperti yang pernah diberitakan media ini edisi Senin lalu itu tidak akan terjadi,” ujarnya.
Hal senada juga dikemukakan pihak SPBU Bumiwonorejo. Terkait soal takaran yang keluar dari mesin pompa ke tangki kendaraan konsumen, pihaknya jamin pasti pas. Di SPBU ini, pemeriksaan terhadap mesin pompa dilakukan dalam setiap harinya sebelum SPBU ini melayani konsumen.
“Kami sebelum melayani konsumen selalu melakukan pengecekan dengan menggunakan alat tabung ini. Jadi apa yang dikeluarkan melalui mesin pompa ini akan sesuai dengan takaran yang seharunya. Pengecekan rutin tiap hari ini dilakukan agar takaran yang keluar dari mesin pompa ini tidak lebih dan juga tidak kurang, harus pas,” ujarnya.
Sementara itu, terkait pengalaman seorang konsumen ketika mengisi bensin di SPBU Bumiwonorejo dengan harga Rp. 10.000, tetapi petugas sudah menyetop bahan bakar premium ketika angka di mesin menunjukkan Rp. 9.936. Setelah dikonfirmasi terkait hal ini, persoalan ini terjadi karena mis komunikasi yang terjadi antara konsumen dengan petugas SPBU yang melayaninya. Kurangnya nilai Rp. 64 ini terjadi bukan faktor kesengajaan petugas pengisian di SPBU Bumiwonorejo tersebut. Namun petugas mengaku tidak mendengar jumlah pesanan pengisian bensin yang disampaikan oleh konsumen. (ans/ros)
Bagikan artikel ini



