NABIRE - Hingga saat ini gaji guru SMA dan SMK belum juga diterima, sementara tahapan ujian bagi sekolah kejuruan (SMK) juga sudah diambang pintu. Untuk itu dari seluruh tahapan ujian SMK para kepala sekolah maupun guru bingung dari mana punya sumber dana untuk membiayai tahapan ujian. Dimana kita ketahui bahwa pada awal bulan Februari 2018 ini tahapan ujian bagi murid kelas III SMK sudah dimulai, namun hingga saat ini belum jelas ujian bagi murid SMK akan menggunakan dana dari sumber mana, karena gaji guru saja sudah tidak jelas kapan diterima. Demikian dikatakan Kepala SMK Negeri 3 Nabire yang terletak di Kampung Lagari Jaya Distrik Makimi Yulianus Pasang, S.Pd,M.Pd kepada Papuapos Nabire, Sabtu (27/1), di ruang kerjanya seraya menambahkan, tahapan ujian bagi murid SMK sudah diambang pintu, dari mana sumber dana ujian yang harus digunakan. “Kami mau ujian pakai dana apa, gaji para guru saja hingga saat ini tidak jelas, apalagi dengan dana rutin dan dana lain-lain yang seharusnya diterima dan digunakan membiayai jalannya tahapan ujian,” lanjutnya. Untuk itu, dari 53 murid SMKN 3 Makimi yang telah masuk sebagai calon peserta ujian di tahun pelajaran 2017/2018 tetap akan mengikuti ujian, akan tetapi hingga saat ini tidak ada berita soal dana ujian dari pemerintah provinsi setelah status SMA dan SMK dialihkan ke provinsi. Sehingga disarankan kepada pihak pengambil keputusan di tingkat provinsi, jika tidak ada dana pendukung tahapan ujian yang jelas bisa saja SMK tidak melaksanakan ujian produktif yang akan dilaksanakan pada bulan Februari ini. Dan yang harus diperhatikan, jika gaji guru yang hingga saat ini tidak diterima guru bisa saja tinggalkan profesinya, karena kebutuhan rumah tangga sangat penting apalagi ini menyangkut perut belum lagi kebutuhan lain yanh harus dipenuhi.(des)