NABIRE - Omongan dan bicara saja semua suku bisa, suku Mee yang berdomisili dimana saja tinggal dan berada, identitas kalian jangan dimatikan, tapi diangkat dan dilestarikan pakai atau digunakan badanmu sendiri. Karena adatmu melekat di masing-masing suku yang ada di Indonesia, maka saat ini dilihat budaya adat suku Mee hilang alias tidak ada orang yang pegang budayanya.Hal ini terlihat pada saat penjemputan Administrator Diasosesan Uskup Keuskupan Timika Pastor Marten Kuayo Pr, Jumat (6/9), bertempat di halaman Gereja Katolik Santo Antonius Bumiwonorejo Nabire, dalam rangka kegiatan meresmikan gedung gereja sementara dan sekaligus peletakan batu pertama pembangunan gedung gereja permanen yang akan dibangun nantinya.Dikatakan, suku Mee yang tinggal di Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan sekitarnya mengapa gensi mengunakan identitas atau jati diri adat sendiri dan kalian adalah datang dari mana tak digunakan budaya di badan antero lalu hanya bicara omongan saja dimulut, terus stop sudah coba kalian buktikan dan lestarikan pakaian adat budayamu, coba kalian lihat salah satu ini memberikan contoh teladan yang baik kepada kalian.Budaya suku Mee semakin, lanjutnya, hilang dengan adanya perubahan zaman era globalisasi Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek) yang semakin canggih. Dunia perubahan kehidupan ini semua ikut arus tergerus kedalam hingga tidak ada orang yang tahan atau pegang jati diri budaya pakaian adat suku Mee. Ini lebih berbahaya bagi kita dan lebih parah adalah anak-anak cuku kita kedepan tidak ada warna budayanya.Padahal sudah jelas masing-masing suku ini punya budaya yang Tuhan berikan kepada kita sekalian, tapi khususnya suku Mee punya pakaian adat itu sampai saat ini masih gensi pakai atau gunakan dibadan sendiri, itu orang lain nilai hal yang tidak masuk akal. Karena ini adat budaya yang melekat dari tete nenek moyang hingga sampai saat ini, tapi kalian tak sadar diri.Jati diri melekat, budaya kita dimana kita hidup dan berada itu kita harus gunakan atau pertahankan agar suatu ketika anak-anak kita juga mereka tidak bisa lupa dan dapat melestarikan identitas jati diri budaya sendiri.Untuk itu, diharapkan kepada orang-orang dari suku Mee, entah siapa saja jangan gensi pakai identitas pakaian adat budaya sendiri, suku lain yang pegang budaya akan ketawa bagi kita suku Mee karena kita telah terkontaminasi dengan budaya dunia luar hingga budaya identitas jati diri kita lupa.(modes)