NABIRE - Kepala Bidang (Kabid) Distribusi dan Promosi Dinas Perdagangan Kabupaten Nabire secara tegas menyatakan, stok Sembilan Bahan Makanan Pokok (Sembako) yang ada di Kabupaten Nabire mulai dari bulan Puasa (Ramadhan 1439 H) hingga Hari Raya Idul Fitri dijamin aman hingga 3 bulan mendatang. Sehingga disampaikan kepada semua lapisan masyarakat, secara khusus saudara-saudari yang beragama muslim yang kini sedang menjalankan ibadah puasa untuk tetap tenang, karena dari sejumlah distributor yang ada telah dipastikan stok Sembakonya aman dan tersedia. Dapat diakui Yos, sapaan akrabnya bahwa hingga kini bersama instansi terkait belum melakukan pertemuan dan Sidak ke sejumlah gudang dan pengecer di pasar, akan tetapi dirinya selaku Kabid bersama staf sudah turun lebih dulu memantau stok dan harga dipasaran. Demikian dikatakan Kabid Distribusi dan Promosi Dinas Perdagangan Nabire Yosias Wihiawari, S.Sos kepada Papuapos Nabire, Selasa (22/5), di ruang kerjanya seraya menambahkan, kehadiran kami ke gudang dari distributor bukan saja mengecek Sembako, tetapi semua kebutuhan bagi masyarakat jelang Idul Fitri tahun ini nanti. Dimana selaku Kabid juga sudah bertemu dengan distributor telur dan mengecek stok yang mana kini sudah cukup banyak dengan harga Rp55.000 ribu hingga Rp60.000 ribu per raknya, sementara untuk stok kebutuhan lain juga telah ada, bahkan ada yang kini dalam perjalanan di kapal kargo menuju Nabire. Sementara ketersediaan daging Sapi untuk hari raya, dari 8 orang pemotong yang telah ditemui oleh pihak Dinas Perdagangan, selalu disampaikan untuk kebutuhan daging sapi juga aman, akan tetapi harga jual dipasar hingga saat ini masih tetap Rp150.000 per kilo.  Sehingga diharapkan pada hari Kamis pekan ini juga akan dilakukan pertemuan antara instansi terkait yang tentunya hanya berbicara soal stok Sembako bersama para distributor dan secara langsung instansi terkait akan turun lapangan melihat dari dekat di gudang-gudang distributor soal stok dan turun pasar ke pengecer mengecek harga. Disampakan kepada seluruh masyarakat Kabupaten Nabire, bahwa kenaikan harga barang yang ditemukan oleh masyarakat ditingkat pasaran yang ada di daerah ini, sesungguhnya bukan dinaikan oleh para distributor dan pengecer untuk meraup untung, tetapi di daerah produksi barangnya juga telah naik harganya. (des)