NABIRE – Kembali Kepala Sekolah SMP Bhakti Mandala Nabire Enos Alik Pasa, S.Pd.,M.Pd meminta agar solusi tes bagi murid lulusan SD/Mi yang hendak melanjutkan kejenjang pendidikan SMP/MTs dapat dikaji kembali. Sebab bagi murid lulusan SD yang tidak diterima pada SMP besar hanya dapat membebankan SMP kecil. Sehingga dirinya menawarkan solusi Membaca, Menulis dan Menghitung (3M) dapat ditegaskan ke sekolah dasar sejak murid yang bersangkutan di kelas III SD dan untuk naik ke kelas IV dapat diwajibkan sudah bisa dan lancar 3M yang dimaksud. Agar setelah lulus SD/Mi dan hendak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya (SMP/MTs), bukan lagi menjadi masalah yang harus diperdebatkan atau dilakukan tes, karena hal itu sangat memalukan organisasi profesi guru baik itu guru SD/Mi, SMP/MTs dan juga guru SMA serta SMK. Demikian dikatakan Enos Alik Pasa kepada Papuapos Nabire, akhir pekan lalu seraya menambahkan, yang namanya guru itu tugasnya membuat yang tidak bisa menjadi bisa di sekolah kepada semua peserta didik. Dan Dinas Pendidikan Nabire melalui kepala dinas, sekertaris dan kepala bidang di bidang SMP/MTs, SMA dan SMK harus punya data berapa murid yang akan lulus SD/Mi dan SMP/MTs agar bisa dibagi merata ke semua SM/MTs dan SMA/SMK yang ada di Kabupaten Nabire diawal tahun pelajaran. Sehingga tidak semua murid lulusan SD/Mi dan SMA/SMK hanya terserap di sekolah–sekolah besar saja, yang pada akhirnya mengorbankan sekolah kecil yang hanya jumlah muridnya sedikit dan tidak bisa mencapai ketentuan DAPODIK sebagai acuan bagi semua sekolah. Misalnya diawal tahun pelajaran 2018/2019 ini SMP Bhakti Mandala Nabire hanya bisa mendapatkan murid baru sebanyak 33 murid, sementara ketentuan DAPODIK untuk satu kelas hanya bisa menampung 32 orang murid, sehingga murid yang satu ini harus dikemanakan? “tidak mungkin kami buang lagi, karena semua murid usia sekolah punya hak yang sama untuk mendapatkan pelayanan pendidikan,” tekannya. Untuk itu, selaku sekolah kecil dan swasta meminta agar tes masuk bagi lulusan SD/Mi yang dilaksanakan pada awal tahun pelajaran di semua SMP/MTs harus dikaji ulang dan dinas pendidikan melalui Kabid harus bijak dalam pembagian murid yang merata disetiap awal tahun pelajaran. Karena tugas sekolah besar atau kecil itu sama, dimana sama–sama mencerdaskan anak-anak bangsa atau masyarakat di daerah ini, dengan prinsip menjadikan yang tidak bisa menjadi bisa demi masa depan anak-anak itu sendiri, juga sebagai generasi penerus pembangunan dan harapan bangsa. (des)