NABIRE - Sekolah dan Madrasah Aman Bencana (SMAB) merupakan salah satu asset negara yang harus diamankan dalam anak-anak kompleks pelajar. Hal ini seperti dikatakan Sekretaris Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Primus Butu, S.Pd, di sela-sela kegiatan workshop Selasa (18/10), di aula Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire. Dikatakan Primus Butu, workshop persiapan penerapan Sekolah dan Madrasah Aman Bencana (SMAB) oleh Pemangku Kepentingan Bidang Pendidikan Keberencanaan Daerah dilaksanakan dinas pendidikan ini tidak di dinas bencana, melainkan di dinas pendidikan.Demikian ini, lanjutnya, dikarenakan, workshop hari ini kita bicara tentang SMAB anak sekolah karena itu, kegiatan itu diadakan di dinas pendidkan dengan bekerja sama LSM, perkumpulan Kompak yang menangangi aman dengan dinas pendidikan yang memprogram dan pengelola badan dan hak.“Aman bencana merupakan salah satu porsen asset negara yang harus diamankan dalam anak-anak kompleks  pelajar bukan saja sekecap mata. Bicara kalau ada anak sekolah kunjungi, pasti ada tenaga pendidik agar ini menciptakan suasana yang aman dan nyaman,” terangnya. Seusai kegiatan selaku Pimpinan LSM Kompak Usman di Nabire, mengatakan program ini kerja sama dengan Kementerian Pendidikan dan Kementerian Agama berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana di Kabupaten Nabire, itu di dinas pendidikan. Dikatakan, di daerah itu Badan Penanggulangan Bencana Daerah bekerja sama dengan LSM Kompak maksud dan tujuannya adalah bagaimana menyelamatkan jiwa anak-anak dari berbagai macam bencana.Dan, imbuhnya, bagaimana ketahanan sekolah itu dilihat dan diperhatikan strukturnya, keterangannya, dan kegiatan ini dapat dukungan dari pemerintah daerah dan melanjutkannya, untuk sekolah madrasah aman bencana di Kabupaten Nabire. (modes)