SMA Negeri 1 Plus KPG Gelar Workshop KTSP
NABIRE - Bertempat di aula pertemuan SMA N 1 Plus Kolose Pendidikan Guru (KPG) Nabire, Selasa (25/8) telah dibuka kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) dan kegiatan tersebut diikuti oleh dewan guru, pengurus Osis, komite sekolah, Tata Usaha
Bagikan
NABIRE - Bertempat di aula pertemuan SMA N 1 Plus Kolose Pendidikan Guru (KPG) Nabire, Selasa (25/8) telah dibuka kegiatan Workshop Penyusunan Kurikulum Satuan Tingkat Pendidikan (KTSP) dan kegiatan tersebut diikuti oleh dewan guru, pengurus Osis, komite sekolah, Tata Usaha (TU) dan pengawas.
Kegiatan workshop tersebut secara langsung dibuka oleh Pengawas SMA/SMK Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Harun El. Rasyid, S.Pd.,MM.Pd. Dalam arahannya Harun mengatakan, kurikulum KTSP wajib dibuat oleh semua sekolah mulai dari pendidikan dasar (SD) sampai pendidikan umum (SMA/SMK ) di semua lembaga pendidikan formal.Karena, menurutnya, kurikulum KTSP terdiri atas dua dokumen yaitu dokumen yang memuat visi, misi dan tujuan sekolah, struktur kurikulum dan muatan kurikulum serta kalender pendidikan. Sementara dokumen kedua memuat Silabus dan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP), karena semua ini sangat erat kaitannya dengan Penilaian Kinerja Guru (PKG) yang kemudian dituangkan ke angka kredit untuk pengusulan kenaikan pangkat.Oleh karena harapnya, itu semua dewan guru wajib membuat perangkat mengajar, lantaran perangkat mengajar merupakan senjata seorang pendidik ketika masuk ruang kelas dan hal ini sama saja dengan seorang prajurit tentara yang hendak berperang, maka yang harus diambil adalah senjata untuk menembak musuh.Sementara itu Kepala SMA N 1 Plus KPG Nabire Drs BerenadusB. Buang, M.Pd menambahkan, sumber daya manusia (SDM) yang handal, produktif dan inovatif hanya mungkin dilalui pendidikan yang bermutu, karena pendidikan bermutu dan mampu ‘Go International’ dan semua ini hanya melalui pendidikan bermutu profesional dan kompeten.Sebab, tujuan dilaksanakan workshop I dan II adalah agar sekolah dapat memiliki kurikulum dokumen I dan dokumen II serta kedepan semua guru membuat perangkat mengajar dan kita juga dapat memahami penilaian kinerja guru. (Erens Rumbobiar)
Bagikan artikel ini



