NABIRE – Minggu kemarin, siswa-siswi SMA Kristen Anak Panah IPS 1 dan 2 melaksanakan debat politik dengan tujuan apabila ada demo damai dari kalangan masyarakat sebagai pemerintah mereka punya telinga untuk mendengar, tangan untuk bekerja, pikirannya untuk mengurus rakyat, sebagai masyarakat jangan cuma diam pemerintah juga ingin tau keluhan masyarakat, cuma saja sifat demo jangan membawa benda-benda yang akan merusak fasilitas di tengah sarana pemerintahan, sehingga pemerintah bisa percaya bahwa tujuan demo itu benar. Ibu guru Lusi Melani saat memberikan pelajaran debat bagi siswa-siswi jurusan IPS 1 dan 2 di Kelurahan Kalibobo SMA Kristen Anak Panah mengatakan, sejauh ini dalam proses belajar mengajar di lingkungan sekolah berjalan dengan baik, namun saja minggu kemarin siswa-siswi jurusan IPS 1 dan 2 debat pro dan kontra tentang makna-makna aktivitas di tengah pemerintahan yang berhubungan dengan ijin-ijin yang sebenarnya dilarang, tapi saja dinilai merusak masyarakat. Pro dan kontra debat politik siswa-siswi SMA Kristen AnakPanah ini di salah satu ruang lantai 2 SMA Kristen Anak Panah debat yang mengeluarkan suara saling menguji wawasan antara siswa 1 dan siswa 2 ini membuahkan hasil yang baik, setelah dinilai oleh salah seorang guru pembina, yakni guru Lusi Meliana. Perkembangan tentang siswa-siswi jurusan IPS 1 yang di didik oleh Lusi Meliana menjadi salah satu contoh keberhasilan seorang guru yang menyiapkan siswanya atau menyiapkan generasi untuk membangun karakter debat dan demo yang bermoral dan berwawasan di tengah pemerintahan. Kepsek SMA Kristen Anak PanahRefly berpesan kepada siswa-siswinya yang dididik untuk belajar debat pro dan kontra politik ini agar mereka bisa menjadi siswa yang bisa membangun, memberi kritikan sesuai dengan pendidikan jurusan mereka. Siswa-siswi SMA Kristen Anak Panah selama jalannya debat pro dan kontra politik menjadi salah satu motivasi bagi mereka pasalnya dengan dididiknya debat pro dan kontra politik sesuai dengan jurusan mereka ini ketika mereka menyelesaikan studi mereka dan turun ke tengah pemerintahan mereka bisa paham makna-makna membaca perkembangan politik, salah satunya ketika ada demo damai mereka tidak anarkis, karena mereka sudah dididik sejak di kursi pendidikan tentang demo yang baik bagaimana.Seperti dikatakan Lusi Meliana, bahwa kalau kita tinggal diam saja dan tidak memberitahukan keluhan kita kepada pemerintah, pemerintah tidak mungkin tau. Oleh sebab itu, kalian ketika mau mengadu dengan cara aspirasi, pemerintah itu punya telingan untuk mendengar, tangan untuk bekerja, dan pikiran untuk berpikir, pasti mereka akan cari solusi, jadi kalau kita mau demo, demolah yang bersikap damai agar pemerintah bisa menjawab aspirasi kita dengan baik. Debat pro dankontra siswa-siswi jurusan IPS SMA Kristen Anak Panah menjadi cermin bagi pandangan generasi kedepan, perlu diketahui bahwa pandangan generasi dengan pandangan kita berbeda, kita belum tau pandangan mereka itu seperti apa kedepan, oleh sebabitu, sebagai guru-guru di SMA Kristen Anak Panah, Kepsek Refly dan Lusi Meliana memberikan bingkisan yang menjadi bekal yang sangat bermutu dipikiran mereka ketika mereka mau memberikan aspirasi mereka kepada pemerintah harus dengan jalan yang sopan. Artinya demo damai dan tidak anarkis, karena pemerintah itu orang tua kita, baik dari pemerintahan daerah, TNI, Polri pasti mereka akan menerima dan menyambut tujuan kita denganbaik. Jadi sebagai generasi bangsa yang ikut mencerdaskan bangsa sudah mulai tanam ilmu mulai dari sekarang ini mereka akan menjadi tulang punggung negara yang bisa menunjukkan sikap demo dengan cara memberikan aspirasi yang benar di tengah masyarakat.(ist)