Sinergi Pemkab Nabire Bentuk FAD: Suara Anak Didengar, Hak Dilindungi
“Hak anak-anak harus dipenuhi dan dilindungi agar mereka dapat tumbuh dengan sehat, aman dan memperoleh pendidikan yang baik. Melalui forum anak, kita ingin memastikan anak-anak memiliki kesempatan untuk berbicara, didengar dan menyampaikan aspirasi demi kemajuan Kabupaten Nabire,” ujar Novita.

NABIRE - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire bergerak cepat memperkuat perlindungan anak dengan menggelar sosialisasi pembentukan Forum Anak Daerah (FAD) periode 2027–2029. Kegiatan yang dipusatkan di Aula Bappeda/Bapperida Kabupaten Nabire, Senin (2/11/2026) ini dihadiri langsung oleh jajaran pejabat daerah, perwakilan Pemprov Papua Tengah, serta ratusan pelajar.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A) Kabupaten Nabire, Novita Yupi, S.Pd., dalam sambutannya menegaskan kegiatan tersebut bertujuan untuk memberikan wadah resmi bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat, saran dan harapan kepada pemerintah.
“Hak anak-anak harus dipenuhi dan dilindungi agar mereka dapat tumbuh dengan sehat, aman dan memperoleh pendidikan yang baik. Melalui forum anak, kita ingin memastikan anak-anak memiliki kesempatan untuk berbicara, didengar dan menyampaikan aspirasi demi kemajuan Kabupaten Nabire,” ujar Novita.
Ia juga berpesan kepada para peserta didik agar aktif, berani menyuarakan pendapat serta menjauhi segala bentuk kekerasan. Pesan tersebut turut diperkuat dengan pantun dan puisi penyemangat di awal dan akhir sambutannya.
Apresiasi tinggi turut disampaikan oleh Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Provinsi Papua Tengah, Agustinus Bagau.
Ia memuji respons cepat Pemkab Nabire yang langsung menindaklanjuti program provinsi guna menyusun perencanaan penganggaran yang berpihak pada anak.
“Bagaimana tidak bisa ada terbentuk FAD di Kabupaten Nabire dan ini responsnya cukup cepat. Kami apresiasi yang tinggi kepada bapak Wakil Bupati karena momen ini dikawal sampai saat ini,” ungkap Agustinus.
Menurutnya, keberadaan forum anak sangat penting karena suara anak nantinya tidak hanya didengar di tingkat daerah, melainkan hingga level kementerian dan kepresidenan sebagai bagian dari pembangunan nasional.

Sementara itu, Wakil Bupati Nabire, H. Burhanuddin Pawennari, yang hadir mewakili Bupati Nabire, membuka secara resmi kegiatan tersebut. Dalam arahannya, wakil bupati menekankan anak-anak adalah aset dan generasi penerus bangsa yang wajib dilindungi dari berbagai ancaman, seperti Narkoba, minuman keras dan pergaulan bebas.
“Pemerintah Kabupaten Nabire memandang bahwa anak merupakan generasi penerus sekaligus bagian penting dari pembangunan daerah. Setiap anak berhak mendapatkan pendidikan, perlindungan, kasih sayang dan kesempatan untuk menyampaikan pendapat,” tegas Burhanuddin.
Ia juga mengingatkan agar FAD ini merangkul seluruh anak secara merata, baik yang berada di zona perkotaan, pesisir, kepulauan maupun wilayah pedalaman/pegunungan.

Mengusung tema ‘Suara Anak Didengar, Hak Anak Dilindungi, Kabupaten Nabire Layak Anak Indonesia Maju’. Kegiatan ini diharapkan mampu menjadi langkah nyata dalam menciptakan lingkungan yang aman, nyaman dan ramah anak di seluruh wilayah Kabupaten Nabire. (sam)
Bagikan artikel ini



