NABIRE – Pemerintah Kabupaten Nabire melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) berkomitmen untuk mengoptimalkan penggunaan aplikasi Geographic Information System (GIS). Langkah ini diambil guna meningkatkan akurasi data pemetaan dalam perancangan program pembangunan daerah.

Sebelumnya, sejumlah aparatur Bapperida Nabire telah dikirim ke Timika untuk mengikuti pelatihan dasar penggunaan sistem informasi geografis tersebut. Hasil pelatihan dasar itu kemudian dipaparkan dan dievaluasi kembali dalam kegiatan di Aula Bappeda, Jumat (30/10/2026).

Berdasarkan hasil evaluasi internal, pihak Bapperida menilai penguasaan aplikasi GIS membutuhkan pemahaman dan keahlian yang jauh lebih mendalam. Oleh karena itu, langkah pemantapan kompetensi aparatur akan terus dilanjutkan secara khusus pada tahun depan.

Sekretaris Bapperida Kabupaten Nabire, Zakeus Petege, S.E., M.P., menjelaskan aplikasi GIS memiliki peran yang sangat strategis bagi perencanaan daerah. Sistem ini dinilai mampu memetakan berbagai permasalahan sosial dan kesehatan secara visual dan geografis.

“Karena GIS ini sangat bermanfaat bagi kami. Kita bisa lakukan pemetaan terhadap permasalahan di Kabupaten Nabire, contohnya sebaran penduduk miskin ekstrem,” ujar Zakeus Petege saat ditemui Papuapos Nabire, di ruang kerjanya, Senin (02/11/2026).

Selain masalah kemiskinan, Zakeus menambahkan teknologi GIS dapat menyajikan data spasial secara presisi terkait sebaran kasus penanganan stunting, malaria, hingga penyakit TBC paru di wilayah Kabupaten Nabire.

Dengan ketersediaan data geografis yang akurat, pemetaan lokasi terdampak (hotspot) dapat terlihat jelas, sehingga pelaksanaan program intervensi dari pemerintah daerah dapat disalurkan secara tepat sasaran ke titik-titik yang membutuhkan.

Mengingat pentingnya fungsi aplikasi ini, Bapperida Nabire berencana menganggarkan pelatihan tingkat lanjut bagi para pegawai pada tahun 2027. Hal ini bertujuan agar operasional aplikasi GIS dapat dilakukan secara mandiri oleh internal pemerintah daerah tanpa bergantung pada pihak ketiga. (sam)