NABIRE - Silat adalah salah satu unsur budaya Bangsa Indonesia yang merupakan warisan nenek moyang yang tak ternilai harganya dan patut dijaga, dihormati dan dilestarikan sepanjang masa sebagai jati diri dan identitas suatu bangsa. Hal itu diungkapkan Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos.,MAP, dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten II Setda Kabupaten Nbaire Ir. Sukadi, dalam acara Pengesahan/Wisuda Pendekar Baru Persatuan Setia Hati Terate (PSHT) Kabupaten Nabire, Sabtu (15/10) malam.Menurut Bupati Nabire, hal itu menjadi tugas dan tanggung jawab bersama selaku generasi muda. “Kita patut bersyukur, sebab PSHT Nabire sebagai organisasi yang berpangkal persaudaraan telah melaksanakan upaya pelestarian budaya itu,” ungkapnya.Untuk itu, Bupati Douw memberikan apresiasi kepada segenap Pengurus PSHT Cabang Nabire. “Hal ini merupakan dukungan nyata bagi pemerintah dalam upaya peningkatan dan pembinaan atlet khususnya cabang silat,” ujarnya.Bupati mengharapkan, dengan kegiatan itu membawa angin segar bagi tumbuh dan berkembangnya prestasi olahraga pencak silat di Kabupaten Nabire.Namun katanya, untuk mengukir prestasi di bidang olahraga itu tidak mudah tetapi membutuhkan proses panjang, kesabaran dan pengorbanan serta dukungan semua pihak.Dirinya mengharapkan PSHT Cabang Nabire semakin meningkatkan kualitas pelatih agar semakin banyak melahirkan pendekar-pendekar silat di Kabupaten Nabire dalam rangka mengembangkan dunia persilatan dan melestarikan budaya bangsa.Bupati Douw mengajak masyarakat khususnya warga PSHT untuk menjadikan padepokan sebagai wahana guna meningkatkan kebersamaan dan kekeluargaan, memperkokoh rasa persatuan dan kesatuan demi suksesnya pembangunan di Kabupaten Nabire. (iing elsa)