NABIRE – Ketika penyelenggara berjalan di atas aturan, maka Pilkada Nabire tahun 2015 tidak akan ada masalah. Ketika semua berpijak pada aturan, diyakini Pilkada Nabire akan berjalan dengan sukses. Selain itu, apresiasi juga akan diberikan oleh seluruh masyarakat di daerah ini.   Hal ini seperti dikemukakan Penjabat Bupati Nabire, Sendius Wonda, SH, M.Si, dalam sambutannya di acara penetapan pasangan calon peserta Pilkada Nabire di Kantor KPU Nabire, Senin (24/8) kemarin. Lebih lanjut dikatakan Sendius Wonda, pesta demokrasi Pilkada Nabire pada akhirnya hanya akan memenangkan satu pasangan calon. Dirinya mengingatkan kepada semua pasangan calon bahwa bertarung di Pilkada harus sudah mempersiapkan mental. Baik pasangan calon yang terpilih maupun yang tidak, harus sama-sama siap menerima hasilnya. Kita semua mengharapkan pasangan calon harus siap menang dan juga siap ketika kalah. “Saya harapkan seluruh kandidat dan tim untuk ikuti semua tahapan dan mekanisme yang ada secara elegan, cantik tapi cerdas. Ini adalah pembelajaran politik yang baik kepada masyarakat kita. Hari ini letakkan gaya dan pola cerdas dan bijaksana maka generasi yang akan datang akan mengikuti itu. Tapi jika hari ini kita meletakkan mulai dengan cara salah dan itu akan diwariskan kepada generasi yang berikut,” tuturnya. Ditegaskan Sendius Wonda, aturan itu ibarat pagar. Sehingga kita berjalan di dalam pagar, karena kalau keluar dari pagar kita akan berhadapan dengan hukum. Sementara bagi pihak-pihak yang tidak puas, ada mekanisme hukum yang bisa ditempuh, yakni melalui PTUN.    Jika Unjuk Kekuatan, Negara Ini Terlalu Besar   Dalam sambutannya, Kapolres Nabire,  AKBP. H.R.Situmeang, S.Ik.,MH, mengingatkan kembali deklarasi komitmen moral yang sudah ditandatangani oleh para tokoh yang ada di Kabupaten Nabire ini. Pihaknya mengharapkan para pasangan calon beserta timnya untuk merenungkan dan melaksanakan deklarasi komitmen moral yang sudah dibuat. “Para tokoh dan para orang tua kita di daerah ini mengharapkan seluruh kandidat mau melaksanakan komitmen moral ini. Dan mereka juga tidak mau Kabupaten Nabire ini terganggu oleh gangguan-gangguan keamanan,” ujar Kapolres Situmeang. Dirinya juga mengharapkan agar tahapan ini dilaksanakan sesuai ketentuan dan prosedur. Kita harus melaksanakan ketentuan baik itu peraturan, hukum maupun ketentuan lainnya yang mengikat kita. “Dalam pelaksanaan Pilkada ada UU dan PKPU yang menjadi dasar aturan. Namun saya mengingatkan bahwa kita juga terikat oleh UU lainnya. Tidak perlu dengan cara-cara kekerasan, tidak perlu unjuk kekuatan, unjuk gigi, unjuk kemampuan, yang mengakibatkan keresahan, ketakutan dari masyarakat lainnya. Sudah banyak saran-saran dari masyarakat supaya tidak perlu unjuk kekuatan dengan cara berlebihan,” katanya. Jika kita seorang calon pimpinan, menurut dirinya sebagai masyarakat, pimpinan itu menjadi contoh dan tauladan dalam hal peraturan, dalam hal adat, moral dan sebagainya.  Kalau ada yang melanggar, kita gunakan peraturan yang berlaku, kita gunakan prosedur, tapi tidak dengan menggunakan cara-cara anarkis. “Saya ingatkan, negara ini terlalu besar kalau kita mau menggunakan unjuk kekuatan. Saya kalah disini, Dandim ada, Batalyon ada. Kalau kami kalah, ada Polda, kalau kalah lagi masih ada tingkat Mabes. Terlalu besar negara ini untuk kita unjung kekuatan. Marilah kita sadari itu, laksanakan kegiatan sesuai dengan cara-cara bermoral, beretika dan sesuai ketentuan peraturan yang berlaku. Kami aparat TNI/Polri siap untuk menjaga Pilkada ini berkualitas menghasilkan pimpinan yang benar-benar menjadi pimpinan seluruh masyarakat Nabire,” tegasnya.   Kapolres Nabire juga berpesan, dari awal melangkah mulailah untuk menjadi kepala daerah ini dengan cara-cara yang diharapkan masyarakat. Kita melihat, masyarakat melihat siapa pimpinan yang pantas, siapa calon orang tua nantinya yang memimpin kabupaten ini. (ros)