NABIRE – Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi (DPRP) Papua, Ruben Mgay membantu bahan bangunan berupa senk, semen dan paku untuk mendukung pembangunan gedung Taman Kanak-kanak (TK) Kasih Topo. Bahan Bangunan sumbangan Yayasan Pelita Meepago ini diterima Pendeta Yusak Yobee yang juga merintis pembukaan TK Kasih, Topo. Penyerahan bantuan berupa 50 lembar senk, 35 sak semen dan paku diserahkan secara simbolis oleh Ruben Magay kepada Pdt Yusak Yobe di Halaman Gereja Kasih, Topo, Kamis (9/11) siang. Semua bantuan bahan bangunan tersebut sudah didrop di Gereja Kasih, Topo. Usai menerima bantuan, Yusak Yobe mengatakan terharu dengan bantuan bahan bangunan berupa senk, semen dan paku untuk pembangunan gedung TK. Karena, pembangunan TK untuk menyiapkan generasi mendatang melalui pendidikan tingkat dasar. Pembangunan TK ini dibangun dengan susah payah untuk menampung anak-anak usia sekolah di kawasan Topo. Yusak Yobe yang merintis TK Kasih mengungkapkan TK dirintis sejak 2012 dan dibuka pada tahun 2013. Angkatan pertama, TK Kasih telah menamatkan 3 anak, pada tahun ajaran 2014/2015 meluluskan 5 anak dan tahun ajaran 2015/2016 sebanyak 8 anak. Dalam tahun ajaran ini, TK Kasih sedang mendidik 23 anak. Tokoh masyarakat Topo, Piter Maday mengatakan, sekolah ini penting. Oleh karena itu, setelah mendengar himbauan Presiden Jokowi bahwa setiap kampung harus ada TK, Piter juga melapor ke Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire untuk ingin membangun TK di Topo. Piter Maday menambahkan, sekolah itu penting sehingga telah menyerahkan tanah kepada sekolah di Topo, tidak hanya untuk TK Kasih tetapi juga untuk pembangunan sekolah secara keseluruhan di kawasan Topo. Ketua Yayasan Pelita Meepago, Ruben Magay meminta agar secepat mungkin jemaat Kasih membangun gedung TK. Karena, sekarang sudah ada bahan bangunan berupa senk, paku dan semen sehingga masyarakat diminta untuk menaikkan kerangka dan memasang atap untuk mempercepat pembangunan gedung TK. “Saya tunggu, dalam waktu dekat kamu sudah kirim foto gedung yang sudah berdiri dengan tiang dan tertutup senk. Bahan bangunan sudah ada, mulai kerja,” pintanya. Sementara itu, dua tenaga pengajar yang ditanyai di sela-sela penyerahan bahan bangunan menuturkan, TK Kasih semula dibuka di gedung bekas terminal. Dalam gedung tersebut, anak-anak belajar dan bermain di tengah alat-alat permainan, karena tidak ada lagi kamar/ruang untuk alat-alat permainan. Oleh sebab itu, gedung TK yang baru duharapkan agar ada ruang untuk alat-alat permainan dan memisahkan dua kelas A dan B agar proses pembelajaran di TK bisa terlaksana sesuai dengan tingkat usia.(ans)