NABIRE – Misa arwah serentak empat puluh (40) hari armahum uskup Jhon Saklil, Umat Kuwasi Santo Antonius Bumi Wonorejo berdoa bersama peristirahatan kekal bersama Allah Bapak di kerajaan Surga. Sembayang bersama menghantarkan arwah armahum uskup Jhon Saklil itu dipimpin Pastor Cipto didampingi Frater Jhon dai aula Wonorejo. Kebaikan kebenaran tersembunyi bagi orang pandai. Allah nyatakan kebaikan dan kebenaran melalui orang–orang sederhana. Salah satu kutipan dari injil Matius. Dalam khotbah Pastor Cipto melalui kesulitan, kesusahan dan penderiatan sekalipun Tuhan Maha mengetahui kesulitan kesusahan tetap akan menyertainya.Pastor Cipto mengutip perkatan armahun Uskup Jhon Sakril, Stase Wonorejo pada suatu saat menjadi Paroki. Hal itu benar terjadi beberapa waktu lalu menjadi kuwasi dan akan menjadi paroki. Peletakan batu pertama telah dilakukan Pastor Maten Kuwayo.Untuk itu, umat Wonorejo diajak selalu ada pertemuan dalam kring dan dewan. Selalu kerjasama dan bersama umat gereja KSK Meriam. Armahum telah meletakan dasar ‘buat jalan menuju Tuhan’ keluarga sebagai dapur tungku api.Setelah empat puluh hari di alam baka, almarhum Pastor Jhon Sakril diantar melalui nada dan lagu oleh umat secara bersama kehidupan abadi di surga, amin.(don)