NABIRE - Wakil Bupati Nabire, Amirullah Hasyim, S.IP.,MM, di sela-sela kegiatan pembukaan workshop penyiapan kehidupan berkeluarga bagi remaja pengelola pusat informasi dan konseling remaja, Senin (15/4) bertempat di salah satu hotel Nabire mengatakan, berbahagia karena remaja merupakan harapan  bangsa dan pembangunan sekarang, besok dan masa depan.Lanjutnya, sangat penting dapat berperan aktif dalam berbagai bidang yang ada, sehingga kesempatan emas bagi dirinya untuk bersilaturrahmi dan bertatap muka dengan peran remaja selaku generasi muda harapan bangsa dipundak kalianlah sebagai ujung tombak pembangunan bangsa dan negara. Dikatakan Amirullah Hasyim, era saat ini, yang lazim dikenal sebagai era milenial mengharuskan setiap warga masyarakat terus mengembangkan diri guna meningkatkan kompotensi yang dimiliki agar mampu bersaing dan bertahan dengan perubahan zaman yang sangat dinamis.Menurutnya, perubahan ini sebaiknya disikapi dengan perencanaan yang matang dalam menjalani kehidupan sehingga, remaja dapat menyiapkan diri agar dapat menghadapi tantangan masa depan yang semakin kompetitif, remaja perlu merencanakan apa yang dilakukan untuk masa depan kalian.Oleh karena itu, Wabup Amirullah melalui program generasi berencana atau lebih populer dikenal dengan istilah ‘Genre’, yang merupakan salah satu gagasan program pembangunan keluarga yang menjadi bagian dari progaram kependudukan keluarga berencana dan pembangunan keluarga yang memiliki tujuan untuk menciptakan generasi muda yang handal, sehat, cerdas dan ceria.Selanjutnya, salah satu hal yang menjadi perencanaan bagi remaja yakni, kesiapan dalam menjalani kehidupan berkeluarga kelak, karena keluarga adalah dasar utama pembentukan karakter manusia, dan remaja merupakan individu-individu calon pasangan yang akan membangun keluarga dan calon orang tua bagi anak-anak yang dilahirkannya.“Sehingga perlu disiapkan agar memiliki perencanaan dan kesiapan berkeluarga, yang merupakan salah satu kunci terbangunnya ketahanan keluarga yang berkualitas, sehingga diharapkan mampu melahirkan generasi yang berkualitas,” harapnya.Imbuhnya, bila tidak siap pasti gagal remaja dalam merencanakan kehidupannya, bukan hanya menjadi ancaman kegagalan pembangunan. Artinya gagal dalam menyiapkan aktor-aktor atau pelaku-pelaku pembangunan, tetapi juga menjadi ancaman kegagalan kualitas generasi berikut. (modes)