Rebut Simpati Rakyat, PKB Tawarkan 3 Point
NABIRE - Seperti juga Patai Politik (Parpol), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu Legislatif 9 April 2014 telah mempersiapkan sejumlah hal untuk ditawarkan guna menarik simpati masyarakat. Untuk berkompetisi di DPR RI,DPD RI, DPR
Bagikan
NABIRE - Seperti juga Patai Politik (Parpol), Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) sebagai salah satu partai politik peserta Pemilu Legislatif 9 April 2014 telah mempersiapkan sejumlah hal untuk ditawarkan guna menarik simpati masyarakat. Untuk berkompetisi di DPR RI,DPD RI, DPR Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota, dan merebut simpati dari masyarakat Papua, DPW PKB Papua menawarkan 3 point inti kepada masyarakat.
Demikian diungkapkan Ketua Dewan Pengurus Wilayah Partai Kebangkitan Bangsa Provinsi Papua, Triwibowo, SE., MM., beberapa waktu yang lalu.
Terangnya, ketiga point itu, pertama fakta sejarah bahwa PKB lah dan bersama Poros Tengah memilih Gusdur sebagai Presiden dan Gusdurlah dengan kuasa Presiden yang mengembalikan nama Papua.
Kedua, Caleg PKB bisa membawa pesan moral yang sangat tinggi bahwa sejek tahun 1999 Pemilu dilaksanakan 2009 terakhir sebagaimana pemberitaan hampir seluruh parpol kadernya tersandung masalah hukum karena korupsi dan dijebloskan dalam penjara kemudian dihakimi secara social tetapi PKB masih bersih sampai hari ini.
Ketiga, PKB bukan partai yang menjual dengan uang tetapi menawarkan integritas.
“PKB, tidak bawa duit, PKB hanya sosialisasi integritas, bisa memberikan janji politik yang terukur dan yang terpenting bahwa PKB diberi amanat, diintruksikan oleh DPP PKB untuk memberikan pencerahan politik kepada para pemilih dengan cara buakn dengan cara diam lalu diam-diam bagi duit untuk dipilih,” ungkapnya.
PKB Partai Terbuka
Partai Kebangktan Bangsa (PKB) yang dideklarasikan tanggal 23 Juli 1999 oleh 6 (enam) orang Kyai kharismatik, salah satunya KH.Abdul Rahman Wahid alias Gusdur merupakan partai terbuka.Flatporm dalam AD/ART, bunyaikan bahwa PKB dideklarasikan sebagai partai terbuka, berwawasan kebangsaan, demokratis dan keagamaan.
“Saya bilang terbuka begini, dari 34 Ketua DPW PKB, 2 diantaranya yakni Ketua DPW PKB Sulawesi Utara adalah seorang perempuan penganut Advent yang taat dan Ketua DPW PKB Nusa Tenggara Timur (NTT) adalah seorang Pastor.Bila PKB dikatakan partai Islam sudah pasti Ketuanya harus Muslim tetapi nyatanya tidak.Akan tetapi parpol ini didirikanoleh Nahdlatul Ulama yang mayoritas pendirinya tokoh-tokoh besar yang kharismatik yang terkenal didunia,” tuturnya.
Untuk mempersiapkan Caleg yang berkualitas, PKB telah melaksanakan pembekalan Caleg yang tujuanya, pertama, agar Para Caleg PKB mengerti dan memahami aturan-aturan, Para Caleg juga dibekali ketika hendak berkompetisi apa yang harus dibawa kepada masyarakat yang jelas bukan uang.Kalau toh politik membutuhkan uang sebagai kost politik bentuk pengeluaran itu bagian kedua bukan pertama, bagian pertamanya silahkan memberikan janji tetapi janji yang terukur, karena politik itu janji kalau tidak berjanji itu bukan politik, tetapi banyak politikus yang memberikan janji yang terlalu muluk (janji surgawi) sehingga begitu jadi tidak bisa menetapinya.
Lanjutnya, Caleg PKB di Dapil manapun mempunyai hak dan kewajiban yang sama dalam partai dengan tidak melihat itu kader atau bukan, kemudian ada paksa integritas dimana ada kesepahaman antara Caleg satu dan lainya yang betul-betul dipilih oleh masyarakat alias suara terbanyak, tidak ada gontok-gontokan.
Dikatakan Triwibowo, dalam perjalananya PKB mengikuti Pemilu, pertama tahun 1999, PKB meraih urutan ketiga, lalu terjadi masalah dengan Matori Abdul Jalil dan keretakan dengan Alwi Shihab, hasilnya PKB menurun keperingkat 5 (lima). Tahun 2009 terjadi perpecahan ditubuh PKB antara Muhaimin Iskandar dan Yenny Wahid hasilnya PKB turun sampai 50 %, dari 53 kursi di DPR turun sampai 28 kursi.
Hari ini orang beranggapan paradigma itu masih pecah, keluarga Gusdur ada yang menyebrang ke Nasdem, ke PPP, Yenny Wahid melarang menggunakan atribut Gusdur bagi Caleg PKB diseluruh Indonesia sementara untuk parati lain diperbolehkan, itu hanya mencari perhatian politik karena bila tidak seperti itu PKB bisa saja diasingkan.
Kedua, sejarah tidak akan melupakan bahwa pendiri PKB salah satunya adalah Gusdur. Mau dibuat apapun juga, hanyalah PKB yang mengajarkan nilai-nilai moralitas dan spiritualnya Gusdur.
Flatporm PKB, mainstreamnya garis besarnya adalah perjuangan ahli sunnah waljama’ah yang kita tahu yang mendirikan adalah KH.Hasyim As’ari dilanjutkan KH.Wahid Hasyim turun kepada Gusdur.Dan pemikiran itu yang kita perjuangkan sampai saat ini, pertama, humanisme nilai-nilai dasar kemanusiaan dan itu nilai-nilai global,kedua, pluralisme, ketiga, keadilan, keempat, melihat apapun latar belakang suku tanpa melihat apapun latar belakang agama itu semua hanya jastifikasi Tuhan, manusia hanya mentautkan Hablum Minanaas.
Dalam kesempatan itu Ketua DPW PKB Papua, berpesan kepada Para Caleg PKB, pertama menghormati diri sendiri sebagai Calon Legislatif dan berlakulah sebagai calon Wakil Rakyat, bentuk isi kepala da isi hati akal calon rakyat karena rakyat menanti yang terbaik dengan sejuta harapanya, kedua, berilah pencerahan dan penjelasan yang seterang-terangnya kepada masyarakat terkait apa itu olitik dan bagaimana menjadi pemilih politik yang baik dan sberkompetisi dengan cara-cara elegan, cara yang baik, yang sopan dan santun.
Lawaya adalah diri sendiri, lawan politik yang sesungguhnya adalah eksternal partai kita, teman-teman di Dapil yang sama dan sekuat apapun kita berusaha tidak perlu putus asa.
Target DPW PKB, untuk DPR RI 2 kursi, untuk DPRP menargetkan 7 kursi (satu Dapil satu kursi) dan untuk DPRD Kabupaten/Kota masing-masing Dapil satu kursi.
Bagikan artikel ini



