NABIRE - Dalam rangka memperingati dan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-73 tahun 2018 tingkat Kabupaten Nabire, pihak panitia HUT kabarnya meminta partisipasi dan dukungan (sumbangan) kepada masyarakat. Hal ini lantas dipertanyakan warga. Banyak pihak menilai beragam, yang intinya mempertanyakan terkait adanya surat edaran dukungan dana dalam rangka peringatan HUT yang dimaksud. Sejumlah masyarakat bahkan menilai hal tersebut perlu dijelaskan secara transpan, lantaran selain meminta dukungan dana dari masyarakat langsung dalam surat edaran tersebut, juga termuat permintaan dukungan dari instansi pemerintah, vertikal, BUMN, BUMD, perbankan dan pengusaha. Konon meskipun permintaan dukungan dana kepada masyarakat tersebut disesuaikan dengan kemampuan, namun, pihak panitia memberikan nominal besaran sumbangan kepada pihak tertentu, kecuali kepada masyarakat secara perseorangan. Data dan informasi yang diterima media ini, sumbangan yang ditetapkan bervariasi. Untuk OPD, instansi vertikal dan BUMN/BUMD dipatok sebesar Rp2.000.000, dipatok 3 juta rupiah. Pengusaha (PT dan CV) diminta Rp.5 juta. Pihak swasta atau penerbangan/maskapai konon diminta sekitar 10 juta rupiah, sementara untuk pengusaha toko diminta 1 juta rupiah dan masyarakat sukarela. Seperti dilansir, media online Nabire.net, menyebutkan warga Nabire bertanya-tanya dengan permintaan sumbangan yang dipatok tersebut selain untuk masyarakat dan warga meminta pemerintah menjelaskan perihal sumbangan ini agar tidak timbul pikiran negatif dan opini publik yang berlebihan. Warga ingin mengetahui sumbangan yang nantinya terkumpul akan digunakan untuk kegiatan apa saja dalam peringatan HUT Kemerdekaan RI serta dana yang terkumpul dan peruntukannya harus transparan. Masyarakat juga bertanya apakah pemerintah Kabupaten Nabire saat ini tidak memiliki dana untuk mendanai peringatan HUT Kemerdekaan RI tingkat kabupaten, yang sebenarnya didanai dari uang negara ini?. (wan/ist)