NABIRE - Ratusan muslimin dan muslimat hadiri acara Haflah Akhirussanah dan Istighosah, Minggu (22/6) di Pondok Pesantren dan Asrama Perguruan Nurul Yaqien (PPAP NY), Girimulyo. Acara yang digelar ini merupakan acara peringatan penutupan tahun pembelajaran dan menyongsong tahun ajaran baru di Yayasan Al-Madina Nabire (YAN) berlangsung sangat meriah kendati diguyur hujan dari pagi hingga siang hari.   Ketua panitia, Fatimatuzzahra dalam sambutan tertulisnya mengatakan, haflah akhirussanah dimeriahkan dan diisi dengan lomba qasidah yang berlangsung tanggal 19 dan 20 Juni. Pada puncak acara, digelar istighosah bersama yang diikuti ratusan jamaah dari seluruh pelosok wilayah Nabire dan sebagian dari Kabupaten Paniai. Aksi hafal surat-surat Al-Qur’an pun mewarnai puncak acara yang mengundang decak kagum jamaat yang hadir. Ketua PPAP Nurul Yaqien, M. Iskandar saat diwawancara mengatakan, acara ini digelar sebagai wujud syukur kepada Allah SWT hingga atas berkat dan perlindungannya lembaga pendidikan ini bisa menyelesaikan tahun ajaran dengan baik. Kedua, memberikan informasi kepada masyarakat mengenai telah dibukanya Penerimaan Murid Baru (PMB), baik SD Plus, SMP dan SMK. “Kami pun memberikan informasi bahwa Yayasan Al-Madina yang beralamat di Jalan Kesatrian Girimulyo, adalah yayasan yang mendapat pengesahan secara nasional bahkan internasional, legalitas YAN sesuai dengan Kepmenhumkam NO: AHU-6882.AH.01.04.Tahun 2012. Terakhir bertujuan sebagai dakwah dan memakmurkan pondok pesantren sekaligus ajang ukhuwah islamiyyah,” katanya. Acara dipungkasi dengan ceramah keagamaan yang disampaikan kyai kondang Abdul Fatah Maftuhin Almaosy, ceramah yang memberikan tuntunan agar jamaah senantiasa dalam jalan yang benar agar mendapat ridlo dan rahmat dari Allah SWT. Dikatakan Maftuhin, ada empat golongan dari umat manusia yang tidak mendapatkan azab dan siksa neraka, empat golongan ini tiba didepan pintu syurga secara tiba-tiba, mereka adalah orang alim yang memberikan (mendidik-red) ilmunya, kedua orang yang mati fi sabilillah, ketiga haji yang mabrur dan golongan keempat orang dermawan yang menyedahkan hartanya dijalan Allah.   Dari keempat golongan diatas, menurut Almaosy, dari hadirin pada acara itu rasanya mustahil untuk ditemui, namun menurutnya golongan keempat masih sangat mungkin ditemui, yakni dermawan yang menyedekahkan hartanya di jalan Allah. “Tanpa adanya uluran tangan dermawan mustahil YAN berdiri dan terbentuk.” (mus)