NABIRE - Setelah dua kali Bupati Nabire Isaias Douw, S.Sos, MAP bertemu Presiden RI Ir. H. Joko Widodo di Istana Negara guna mengundang presiden secara langsung untuk ke Nabire dan selanjutnya meresmikan PLTMG 20 MW, ternyata mendapatkan respon langsung dari Presiden Jokowi, dimana presiden bersedia ke Nabire via Biak. Pada saat Bupati Isaias Douw bertemu Presiden Jokowi di Istana Negara, Bupati Nabire mengatakan, jika presiden tidak datang di Papua Tengah, maka itu berarti tidak ke Papua.  Karena di Papua Tengah itu ada Indonesia kecil disana. Ada semua suku, agama dan budaya yang menjadi penduduk dan mendiami atau tinggal di Papua Tengah. Dikatakan Bupati Isaias Douw, kepada Papuapos Nabire Selasa (7/11), usai melaunching listrik desa di Distrik Siriwo, selaku Bupati Nabire telah dua kali bertemu langsung Presien Jokowi dan memintanya untuk datang meresmikan PLTMG 20 MW yang kini dalam tahap pembangunan di Kalibobo. Sehingga, dari hasil dua kali pertemuan itu, kini masyarakat Papua Tengah tinggal menunggu jadwalnya bapak presiden, sebab dalam pertemuan tersebut Presiden Jokowi sudah menjawab bahwa sebelum Natal akan ke Nabire. Untuk itu kita tinggal menunggu jadwal pastinya saja, karena sebagai orang nomor satu di NKRI ini pasti punya kesibukan yang sangat padat. Dan bicara soal listrik tentunya, lanjutnya, kita harus kembali bertanya kepada pihak PT PLN Rayon Nabire, Area Manokwari dan PT PLN Wilayah Papua, karena PLTMG 20 MW yang terletak di wilayah Kalibobo yang sebentar lagi selesai dikerjakan dan juga akan diresmikan pengoperasiannya oleh Presiden RI Joko Widodo bagi kita masyarakat Nabire. Untuk itu, kepada masyarakat Papua Tengah secara umum dan masyarakat Kabupaten Nabire secara khusus diharapkan untuk mendukung program dan kebijakan Pemerintah Daerah (Pemda) Nabire dan mudah–mudahan dalam kunjungan Bapak Presiden Jokowi ke Nabire untuk meresmikan PLTMG 20 MW akan membawa nilai tersendiri bagi daerah ini.(des)