NABIRE - Kontes dan pameran batu akik yang diselenggarakan Polres Nabire dan mengambil tempat di Mapolres Nabire begitu menyita perhatian kalangan pencinta dan penggemar batu akik hingga masyarakat pun ikut berbondong-bondong datang ke arena kontes. Dalam pameran dan kontes batu akik khusus lokal Nabire itu, pihak panitia telah mengundang 2 orang juri dari luar, yakni Anang dari Semarang dan Aris Wahyudi dari Jogyakarta. Dua orang juri yang didatangkan itu merupakan orang yang ahli dan kompeten dalam masalah kualitas batu akik dan telah berpengalaman karena sering diundang menjadi juri dalam kontes batu akik di sejumlah daerah di penjuru tanah air.Dua orang juri luar itu, masih akan dibantu dengan juri-juri dari lokal Nabire yang mengerti seluk beluk, kandungan dan kualitas batu akik. Salah satu juri kontes dan pameran batu akik dari lokal Nabire adalah Agus Salim.Sebagai penggemar batu akik sejak kecil, Agus Salim tentu memiliki wawasan dan pandangan cukup luas terhadap isi, kandungan dan kualitas batu akik. Sebelum batu akik mewabah di seluruh penjuru nusantara, di jari tangan kanan kiri Agus Salim telah terpasang batu akik. Jangankan batu biasa, batu-batu berkelas tinggi tidak luput dari pegangannya, seperti Jambrud, Ruby, Blue Sapir, Kalimaya Banten dan Permata Kalimantan.Namun demikian, muncul dan hadirnya batu-batu alam Nabire cukup menyita perhatiannya. Batu-batu dari sejumlah wilayah di Nabire seperti Lagari, Topo, Sima, Kwatisore dan lain-lain cukup menarik dan tidak lepas dari pengamatannya. Dikatakan Kapolres, untuk melakukan penilaian kontes batu akik Nabire, panitia mengambil juri dari luar yang mempunyai kapasitas baik. Juri yang berpengalaman mengikuti kontes-kontes batu di tingkat nasional dan telah memiliki sertifikasi juri. *Sertakan BongkahanLebih lanjut dikatakan Kapolres, untuk mengikuti kontes dan pameran batu akik khusus lokal Nabire, para peserta wajib menyertakan bongkahannya minimal setengah kilogram disamping batu yang telah diasah. “Disamping kita ambil juri dari dalam, kita juga mengambil juri dari dalam Nabire, sehingga mereka mengetahui bahwa batu itu benar-benar lokal Nabire,” ungkapnya seraya menambahkan ada 5 juri yang kita libatkan untuk menilai batu akik dalam kontes ini, 2  orang dari luar dan 3 orang dari lokal Nabire.Lomba atau kontes batu akik ini dijadwalkan akan berlangsung selama tiga hari, mulai Jum’at sampai dengan Minggu (8-10 Mei). “Polres akan fasilitasi semuanya, mulai dari tempat, snack dan listrik. Dan ini didukung oleh pemerintah daerah dan komunitas penggemar batu akik Nabire,” ungkapnya.“Kita juga mengajak pemerintah daerah, para pengusaha dan komunitas batu akik untuk terselenggaranya kontes dan pameran batu akik khusus lokal Nabire ini,” katanya.Sebagai pencentus kontes dan pameran batu akik lokal Nabire sekaligus penggagas dan pelaksana kontes dan pameran pertama di Papua, Kapolres Nabire berharap, ada tindak lanjut dari pemerintah daerah untuk membuat pelatihan khususnya bagi putra-putra Papua untuk dapat mengasah dan membuat batu akik yang berkualitas sehingga mampu bersaing dengan pengrajin-pengrajin batu akik di luar Nabire.“Perlu pelatihan khususnya bagi putra-putra asli Papua dan itu menjadi tugas pemerintah daerah disamping pelaku-pelaku usaha agar mereka mempunyai keahlian, mempunyai pekerjaan yang pada muaranya mendapat mata pencaharian dan pendapatan menuju kesejahteraan dan kemandirian,” tuturnya.Kepada masyarakat Papua utamanya Nabire, Kapolres mengharapkan dan mengatakan, banyak hal yang bisa diperbuat, bisa dikerjakan dan bisa diperbuat, salah satunya adalah menjadi pengrajin batu akik.Disinggung sejumlah batu akik yang menghiasi jari-jarinya, Kapolres dengan tegas mengatakan bahwa semua yang dipakainya merupakan batu asli Nabire. “Ini semua batu asli Nabire, saya pakai sebagai ajang promosi dan kita lihat batu-batu ini tidak kalah bagus dan kualitasnya dengan batu-batu akik dari luar Nabire,” pungkasnya sambil menunjuk cincin batu-batu yang melingkar di jari-jarinya. (iing elsa)