NABIRE – PT (Persero) PLN Rayon Nabire siap menyalakan lampu sepanjang 24 jam di Distrik Makimi tetapi masyarakat juga harus mendukung. Kalau tidak ada dukungan dari masyarakat, PLN juga susah menyambung aliran listrik dari kota. Dukungan masyarakat tersebut adalah dengan membebaskan pepohonan, termasuk tanaman milik warga sepanjang jalan Samabusa - Lagari yang menggangu jaringan kabel milik PLN.Pelaksana harian (Plh) Manager PLN Rayon Nabire, Sahat Hutapea saat dikonfirmasi soal dambaan masyarakat Makimi listrik menyala 24 jam, di ruang kerjanya, Senin (29/6) mengatakan PLN tidak menjanjikan kepada masyarakat. “Siapa yang janji, tidak ada yang janji,” tegas Sahat menanggapi masyarakat Makimi sedang menanti janji PLN Nabire untuk menyalakan listrik 24 jam di kawasan Timur Kota Nabire.Sahat menambahkan, PLN bersedia menyambung aliran listrik dari kota ke Makimi agar lampu bisa menyala selama 24 jam, namun kendalanya tuntutan masyarakat terhadap ganti rugi tanaman di areal yang dilewati kabel dan pemasangan tiang listrik. PLN tidak punya dana untuk ganti rugi. Oleh karena itu, masyarakat diharapkan agar mendukung PLN dengan membebaskan lahan dan pepohonan termasuk tanaman untuk pemasangan jaringan kabel dan pancangan tiang listrik. “Masih banyak pohon yang menutupi jalur kabel di kiri kanan kabel,” ungkapnya.Apabila masyarakat tidak mendukung PLN dengan tidak mau membebaskan ganti rugi, pelayaanan listrik 24 jam ke pedesaan bisa dialihkan ke daerah lain. “Masih banyak yang meminta pelayanan 24 jam,” tuturnya singkat. Sahat mengungkapkan, selain tuntutan ganti rugi dari masyarakat, belum tersambungnya aliran listrik dari kota ke Makimi karena belum melakukan pemotongan kabel pemisah oleh kontraktor. Pemotongan kabel pemisah dilakukan agar pada pengalihan tidak tejadi pemadaman.Sedangkan soal pengecatan tiang, kata Sahat, bisa dikerjaan setelah penyembungan aliran.Memperjelas kendala yang sedang dihadapi PLN Nabire untuk mencari solusi bersama, Sahat mengatakan pihaknya akan menemui masyarakat Makimi bersama kepala kampung dan kepala distrik setempat agar masyarakat juga mengetahui mengapa PLN belum memasukkan aliran listrik jalur Makimi. (ans)