PKB Gandeng Mitra Koalisi Deklarasikan Jokowi-JK
NABIRE - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Nabire menggandeng dengan mitra koalisi yakni Partai PDIP, Nasdem, Hanura dan PKP menggelar deklarasi sebagai dukugan dan pemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ir. H. Joko Widodo dan
Bagikan
NABIRE - Dewan Pengurus Cabang Partai Kebangitan Bangsa (DPC PKB) Kabupaten Nabire menggandeng dengan mitra koalisi yakni Partai PDIP, Nasdem, Hanura dan PKP menggelar deklarasi sebagai dukugan dan pemenangan pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Ir. H. Joko Widodo dan Drs. H. Muh. Jusuf Kalla atau Jokowi-JK.
Deklarasi yang dipimpin Ketua Dewan Syuro PKB Kabupaten Nabire sekaligus Koordinator Pemenangan Joowi-JK Zona II Papua, Isaias Douw, S.Sos., dipusatkan di Aula Maranatha, Rabu (2/7) kemarin.Deklarasi yang dihadiri Sekjen DPD PDIP Provinsi Papua, Eduardus Keisa, juga dihadiri Ketua-Ketua DPC Parpol pendukung, diantara Ketua dan Sekretaris DPC PDIP Kabupaten Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, dan Muhamad Iskandar, SP., Ketua dan Sekretaris DPC Hanura Kabupaten Nabire Abner Kalem dan Aleks Kameroki, Ketua dan Sekretaris DPC PKB Muhammad Rofiq dan Sunaryo, Pengurus Nasdem Kabupaten Nabire dan PKPI Kabupaten Nabire.Hadir pula Ketua Tim Pemenangan Jokowi-JK Kabupaten Nabire dari DPC PDIP Kabupaten Nabire Nancy Woraay. Sejumlah tokoh masyarakat, perempuan dan pemuda juga Nampak antusias dalam mengikuti deklarasi Capres dan Cawapres Nomor urut 2 tersebut.Dalam sambutanya, Ketua Dewan Syuro PK Kabupaten Nabire yang juga Koordinator Zona II Papua yang meliputi Nabire, Dogiyai, Deipai, Paniai, Intan Jaya dan Kabupaten Mimika, Isias Douw, mengatakan, Joko Widodo merupakan pemimpin yang dimiliki oleh masyarakat kecil, Jokowi-JK merupakan figur NKRI yang benar, Jokowi menginginkan pembangunan, kesejahteraan yang berkeadilan dan berasaskan pemerataan, Jokowi sosok pemimpin yang dipenuhi kesederhanaan, kebenaran dan kejujuran.“Ini yang kita lihat. Sebenarnya kalau kita lihat untuk apa di Papua, mau cari apa di Papua, berapa jumlah pemilih di Papua, tidak lebih dari 2,5 juta ? Kalau mencari jumlah suara barangkali cukup di Indonesia bagian barat khususnya Jawa. Bukan soal berapa jumlah pemilih di Papua, tetapi Papua merupakan bagian dari NKRI, sehingga Jokowi menginginkan masyarakat Papua sejajar dengan daerah lain, Jokowi ingin pembangunan merata sampai di Papua sebagai pemimpin yang berasal dari kalangan masyarakat biasa, Jokowi mengerti betul apa yang harus dilakukan untuk masyarakat khususnya masyarakat Papua,” tuturnya.Dikatakan Isaias Douw, selama ini belum pernah ada calon presiden yang datang di Papua dan hanya Jokowi yang telah menginjak Tanah Papua sebelum menjadi presiden.“Pejabat siapa yang pernah datang dan menginjak Papua maka saat kembali ke Jakarta maka dia akan menjadi orang besar. Saya yakin bukan hanya masyarakat Papua yang akan mendukung dan memilih Jokowi tetapi juga alam Papua akan sangat merindukan pemimpin seperti Jokowi,” ujarnya.Diungkapkan Ketua Dewan Syuro PKB, Papua memang tidak memiliki sumber daya manusia yang banyak. Tetapi Papua memiliki luas yang luar biasa dan kekayaan alam yang tiada terkira.“Penduduk boleh sedikit, tetapi alam Papua, batu, pohon tetap akan mendukung Jokowi-JK. Kami juga teah berkomitmen untuk mendukung dan memilih dan siap memenangkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden dalam Pilpres 9 Juli mendatang,” tandasnya.Koordinator Zona II Papua itu meminta kepada Parpol Koalisi, yakni PDI-P, Nasdem, Hanura dan PKPI untuk bekerja keras guna memenangkan pasangan Jokowi-JK.“Bila Jokowi menang, maka pasti akan turun di Papua karena Jokowi cinta dan sayang masyarakat tanpa membeda-bedakan suku dan agama. Oleh karena itu mari kita satukan barisan untuk memenangkan Jokowi dan harga mati untuk Jokowi,” tandasnya.Isaias Douw meminta masing-masing pengurus Parpol Koalisi berjalan dan bekerja.Agenda Besar Zona II, Pamekaran Papua TengahDalam kesempatan itu, Isaias Douw menyatakan, bahwa program dan agenda besar di Zona II Papua, yang utama yakni Pamerkaran Provinsi Papua Tengah.“Kita juga meminta pamekaran kabupaten yakni Nabire Timur, Kota Madya Nabire dan Kabupaten Nabire Selatan. Kita mempunyai program Bandar Udara Baru, mempunyai program pelauhan baru dan membangun Rumah Sakit Rujukan dan ini sudah MoU dengan Gubernur serta sejumlah program pro rakyat. Rumah Sakit Nabire nantinya menjadi rumah sakit rujukan dari daerah-daerah lain di Papua Tegah seperti Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya dan Mimika,” tuturnya.“Saya juga akan turun ke Dogiyai, Deiyai, Paniai, Intan Jaya dan Timika untuk memenangkan pemimpina yang lahir dan mencintai masyarakat kecil yakni Jokowi,” ungkapnya.“Mari kita lihat figur siapa yang berjuang untuk rakyat kecil utamanya Papua. Kita akan berjuang untuk Jokowi, Papua harus 95 % untuk Jokowi,” kata Isaias Douw yang disambut dengan tepuk tangan dan sorak sorai peserta sambil meneriakkan Hidup Jokowi-Hidup Jokowi,” tuturnya.Terkait ada pernyataan, bila Jokowi menjadi Presiden maka Papua akan merdeka, Isaias Douw dengan tegas menyatakan bahwa itu omong kosong.“Kita sudah merdeka, hanya pemerataan guna mengisi kemerdekaan yang belum terlaksana. Bila Jokowi menjadi presiden maka pemerataan pembangunan akan dapat direalisasikan. Jokowi pemimpin yang datang dari kampung sehingga mampu merasakan bagaimana rasanya menjadi masyarakat sehingga Jokowi tahu persis apa yang harus diperbuat untuk masyarakat khususnya masyarakat kecil,” jelasnya.Katanya, untuk pemerataan, contoh konkrit sudah diambil Jokowi dengan mengambil Jusuf Kalla sebagai wakilnya dan itu merupakan tokoh Indonesia bagian timur. Contoh lain, pertama kali Jokowi berkampanye itu di Papua, sementara Jusuf Kalla berkampanye di Aceh, itu artinya symbol bahwa Jokowi-JK merupakan NKRI yag siap memperjuangkan masyarakat Indonesia yang multikultur, mereka berjuang tanpa membeda-bedakan suku, dan agama. Jokowi-JK berjuang dalam kerangka Bhineka Tunggal Ika.“Mari kita bekerja keras, berjuang untuk memenangkan Jokowi-JK sebagai Presiden dan Wakil Presiden RI, pemimpin pencinta dan dicintai masyarakat kecil,” ajaknya. (iing elsa)
Bagikan artikel ini



