Pimpin TP4D, Kajari Gde Made Damping 7 Proyek dan 1 Pengadaan
NABIRE – Sejak memimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire dan Tim Pengawalan dan Pengamanan Pelaksanaan Pembangunan Daerah
Bagikan
NABIRE – Sejak memimpin Kepala Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire dan Tim Pengawalan dan Pengamanan Pelaksanaan Pembangunan Daerah (TP4D) yang dibentuknya dalam tahun 2017, Kajari Gde Made Pasek Swardhyana, SH., MH, telah mendampingi tujuh (7) pekerjaan pembangunan infratruktur di wilayah hukumnya. Selain itu, TP4D Kejari Nabire juga mengawal 1 buah pengadaan barang, diantaranya pembangunan sarana gedung bangunan di RSUD Nabire dan pembangunan terminal penumpang dan prasarananya di Pelabuhan Samabusa, Distrik Teluk Kimi, Nabire. Sedangkan diawal tahun 2018 TP4D mengawal pembangunan di Bandara Ilaga Kabupaten Intan Jaya yang saat ini sedang tahap lelang. Kepada media ini, Gde Made (panggilan akrabnya) yang sebentar lagi akan mengakhiri tugasnya di Nabire, banyak melakukan pembenahan di intern kantor dan terobosan-terobosan kinerja di bidang penegakan hukum di Kejaksaan Negeri (Kejari) Nabire menyiasati luasnya wilayah hukum dan terbatasnya anggaran yang ada. Pria asli Singaraja Bali yang mudah akrab dengan siapapun ini, tak pernah mengeluh meskipun Wilkum yang dipimpinnya terlalu luas dengan personil dan anggaran yang sangat terbatas. Kendati penuh dengan keterbatasan, tidak menjadikannya hanya duduk menunggu. Dalam dua tahun sembilan bulan lewat lima belas hari bertugas, paling tidak ia menghadapi dua kali pelaksanaan Pilkada Bupati dan Wakil Bupati, yakni Pilkada Nabire tahun 2015, Pilkada Intan Jaya, Puncak Jaya dan Dogiyai di tahun 2017 serta satu kali di tahun 2018 yang saat ini telah masuk masa kampanye di Pilkada Deiyai, Paniai dan Kabupaten Puncak. Untuk membangun kesadaran hukum terutama pembangunan mental bagi remaja dan pelajar, pihaknya terjun langsung memberikan penyuluhan hukum atau penerangan hukum ke masyarakat dan sekolah-sekolah. Pelaksanaan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) pun kerap dihadirinya juga. Seperti diberitakan sebelumnya, Gde Made saat mengenang masa sekolahnya dulu merasa sangat menikmati ketika berbicara dan berinteraksi dengan anak-anak sekolah. Selain mewujudkan cita-cita ingin jadi guru, ia dulu juga mantan OSIS hingga aktifis di kampus. Dalam melaksanakan tugasnya, ia selalu menginginkan cepat dalam menangani sesuatu perkara, namun tertib dalam penataan administrasi kantor dan pengelolaan keuangan. Bahkan karenà sikap keras dan disiplinnya itu tidak jarang stafnya terpaksa mengikuti gaya kerjanya. Lantaran, dirinya meyakini semua orang bisa bekerja dengan baik dan berprestasi, tidak mengenal suku atau orang mana. Yang penting mau kerja, sungguh-sungguh semuanya pasti bisa. Dibawah kepimpinannya di Kejari Nabire, Kepala Kejaksaan Tinggi Papua pernah memberi penilaian dan menganugerahi Kejari Nabire sebagai juara I untuk penilaian kecepatan dan ketepatan laporan, penilaian disiplin dan kebersihan kantor di tahun 2017. Sementara itu dari KPPN Nabire juga memberikan penghargaan ‘As The Best of Statement of Account’ dan penghargaan dari terbaik III kategori penataan barang milik negara dari KPKNL Biak di bulan Februari 2018. Selanjutnya dengan sejumlah prestasi dan suksesnya dalam upaya penegakkan hukum di Wilkum Nabire yang membawahi beberapa kabupaten di wilayah Meepago, Gde Made Pasek Swardhyana akan menjadi Kajari Tabalong, Tanjung, Kalimantan Selatan.(wan)
Bagikan artikel ini



