NABIRE - Jajaran Kodim Korem 173/PVB melaksanakan pelatihan kader pertanian ketahanan pangan. Kegiatan yang berlangsung selama 3 hari it (29-31 Januari) dilaksanakan di Nabire, tepatnya di Makodim 1705/Paniai.Para Babinsa di jajaran Kodim Korem 173/PVB ikt terlibat dalam pelatihan itu, diantara mereka datang dari Kodim Puncak Jaya, Serui dan Biak. Disamping mendapat materi berupa teori yang dipaparkan langsung Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Yasor Viktor Sawo,SP.,M.Si dan Kabid Tanaman Pangan  Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, Ir.Abu Bakar, para peserta juga dibekali ilmu-ilmu pertanian dengan praktek langsung dilapangan.Bahkan dalam prkatek lapangan, Komandan Kodim 1705/Paniai langsung terjun untuk memantau dan memberikan arahan kepada para Babinsa sebagai peserta pelatihan.Dalam praktek lapangan yang dipandu dari petugas Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Nabire, para peserta diajari bagaimana memilihbibit yang baik, menyiapkan lahan dan menanam yang baik sehingga hasil panennya nanti dapat memaskan.Para peserta juga mempraktekkan menjalankan alat-alat pertanian.Serta bagaimana menanam padi yang baik.Praktek lapangan itu sendiri dilangsungkan di lahan pertanian Kampung Bumi Raya (SP1) Distrik Nabire Barat.Dandim 1705/Paniai, dalam arahanya dilapangan mengharapkan bahwa para Babinsa yang telah mendapat pembekalan ilmu-ilmu pertanian lewat pelatihan berupa teori dan praktek dapat menerapkan ilmunya kepada masyarakat tempatnya bertugas.“Bahwa kita dari TNI-AD telah melaksanakan MoU dengan Kementrian Pertanian, guna mewujudkan Indonesia menuju swasembada pangan dan ketahanan pangan, oleh karena itu manfaatkan ilmu yang telah dihasilkan dari pelatihan itu saat kembai ketempat tugas masing-masing.Bantulah warga masyarakat petani, jadilah pendamping yang baik, sehingga para petani senang dan bangga kepada kita TNI.Dengan demikian TNI akan lebih dicintai masyarakat,” tuturnya.Kata Dandim, TNI-AD dalam membnatu masyarakat petani itu murni membantu, semata-mata membantu masyarakat dan tidak mengharapkan imbalan apa-apa.“Kita juga berkewajiban untuk membantu program pemerintah dalam usahanya mewujudkan swasembada pangan dan ketahanan pangan.Kita diwilayah yang langsung bersenthan dengan warga masyarakat petani, dituntut dapat memberikan arahan, bimbingan yang baik sehingga hasil pertanian masyarakat sesuai dengan yang diharapkan,” ungkapnya.“Jadilah pendamping, pembimbing, pembina dan penyuluh yang baik bagi masyarakat petani,” pungkasnya. (iing elsa)