NABIRE - Pemerintah Provinsi Papua kini telah mengembalikan penulisan ijazah anak-anak lulusan Sekolah Dasar (SD/Mi) ke masing-masing kabupaten/kota, sementara Surat Keterangan Hasil Ujian Nasional (SKHUN) tetap masih dicetak nama dan penulisan biodata murid atu peserta ujian oleh Pemprov melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Papua. Sehingga untuk menindaklanjuti hal tersebut, pada Kamis 13 Juni 2019 telah dilakukan pertemuan antara Kepala Bidang (Kabid) SD/Mi Dinas Pendidikan bersama seluruh Kepala SD/Mi sekabupaten Nabire guna mengikuti sosialisasi Juknis penulisan ijazah yang benar dan baik serta hal teknis lainnya. Demikian dikatakan Kabid SD/Mi Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire Marinus Pekey,S.Ip kepada Papuapos Nabire Kamis (13/6), di ruangan kerja seraya menambahkan, penuisan ijazah saja yang dikembalikan ke masing-masing daerah, sementara SKHUN tidak dikembalikan alias masih tetap dicetak nama dan biodata anak-anak selaku peserta didik oleh Dinas Pendidikan Provinsi Papua. Lanjut dikatakan Marinus, untuk itu selaku Kabid akan meminta Kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua, jika sudah ada SKHUN anak-anak atau peserta ujian, barulah penulisan Ijazah bisa dapat dilakukan oleh masing-masing sekolah agar dapat mengurangi tingkat kesalahan penulisan antara ijazah dan SKHUN. Sehingga selaku kepala bidang bersama seluruh kepala sekoah SD/Mi harus menyambut baik akan kebijakan penulisan Ijazah yang telah dikembalikan ke kabupaten/kota dan merupakan salah satu kepercayaan, maka kita harus jaga dan bekerja secara baik dan maksimal agar kepercayaan ini tetap diberikan ke daerah.(des)