NABIRE – Pembangunan di bidang keagamaan memiliki arti yang sangat penting dalam upaya meningkatkan pembangunan di sektor lainnya dan menjadi perhatian utama pemerintah baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Demikian seperti terang Bupati Isaias Douw, S.Sos dalam sambutannya di acara peresmian gedung Gereja baru Jemaat GKI Bethel (Mambor) Distrik Kepulauan Moora sekaligus Perayaan HUT ke 103 masuknya Injil di Pulau Mambor, Rabu (18/3) kemarin. Dikatakan, atas nama pemerintah daerah saya mengucapkan terima kasih kepada panitia pembangunan gereja, majelis dan anggota Jemaat GKI Bethel Mambor yang telah bekerja sama mengerahkan segala pikiran, tenaga, dana  dan material yang dimiliki sehingga Gereja Bethel Mambor dapat selesai pembangunannya.Terangnya, tujuan dari pembangunan adalah untuk  menciptakan masyarakat yang adil dan makmur dalam keadilan hal ini mengandung arti bahwa kemakmuran harus merata di semua lapisan masyarakat dan masyarakat pun harus menikmati keadilan dalam kondisi hidup yang berkecukupan di semua aspek kehidupan, termasuk hubungan yang paling hakiki antara manusia dengan tuhan-Nya, hubungan  antara manusia dengan manusia  maupun antara manusia dengan alam sekitarnya.Oleh sebab itu, dalam setiap program pembangunan  masalah keagamaan selalu dijadikan sebagai dasar dan  sasaran yang akan dicapai yaitu peningkatan keimanan dan ketakwaan kepada Tuhan, yang juga menjadi  landasan bagi terwujudnya masyarakat Nabire  yang  berkeadilan, sejahtera, makmur dan mandiri.Kita sadari, lanjutnya, sebaik apapun dan sehebat  apapun yang kita capai tidak akan berarti apabila kita tidak memiliki etika, moral dan iman yang kuat.  Untuk mewujudkan hal tersebut maka jalan yang ditempuh adalah melalui bidang keagamaan.“Pada hari ini kita semua berbahagia karena telah berdiri megah dihadapan kita sebuah gedung gereja yang merupakan harapan bagi kita tempat bersekutu, bersaksi dan melayani, meningkatkan keimanan dan memuliakan nama-Nya,” ungkapnya. Ditambahkan Isaias, kehadiran gereja ditengah-tengah masyarakat adalah sebagai simbol pemersatu agar terjalin rasa persaudaraan dan kebersamaan diantara jemaat, maupun dengan agama lain secara umum. dengan adanya Gereja Bethel Mambor semoga dapat menumbuhkan motivasi para jemaat untuk selalu beribadah agar kasih dan damai sejahtera dari Tuhan Allah menyentuh setiap insan manusia.“Dalam konteks Papua gereja melalui lembaga-lembaga pelayanan telah menjadi agen pembaharu yang berdiri di barisan terdepan untuk memerangi berbagai keterbelakangan baik dibidang pendidikan, bidang  kesehatan, pemberdayaan ekonomi kerakyatan maupun pembinaan masyarakat,” tekan bupati.Mulai hari ini, kata dia, warga Gereja Kemah Injil Jemaat GKI Bethel, Mambor akan menggunakan gedung gereja yang baru sebagai tempat untuk memuji dan memuliakan nama Tuhan dengan tenang dan damai. Sebagaimana firmannya yang terambil dalam Alkitab Perjanjian Lama 2 Tawarikh pasal 7 ayat 16“Sekarang  telah kupilih dan kukuduskan rumah ini, supaya nama-ku tinggal disitu, untuk selama-lamanya maka mataku dan hatiku akan ada disitu sepanjang masa”.Harapnya, jadikanlah gedung gereja ini sebagai Rumah  Kudus memuliakan nama-Nya dan yang lebih penting sebagai untuk tempat membina keluarga dan jemaat yang taat kepada Tuhan, yang pada gilirannya akan membentuk masyarakat yang religious, memiliki moral dan etika yang baik serta taat terhadap norma agama, norma hukum maupun norma sosial yang berlaku.(wan)