NABIRE - Menanggapi keluhan sejumlah warga di Distrik Wanggar dan Distrik Nabire Barat, akibat terjadinya pemadaman listrik selama beberapa hari belakangan ini, pihak PT PLN Rayon Nabire memberikan penjelasan karena faktor trip (gangguan alam) pada sambungan listrik di daerah tersebut. Melalui Managernya, Mutakim, pihak PLN Rayon Nabire menjelaskan penyulang atau line SP Wanggar tidak dipungkiri merupakan penyulang paling banyak yang menyumbang gangguan listrik. Hal tersebut diakibatkan jaringan yang panjang dan banyak melewati kebun pisang (yang oleh warga pemilik tidak boleh ditebang), sehingga ketika daun atau dahan pisang tersebut jatuh atau menyentuk kabel atau jaringan maka dapat dipastikan akan terjadi trip listrik. Selain itu, potensi gangguan lainnya disebabkan oleh binatang seperti ular ataupun katak yang naik ke tiang. Untuk gangguan yang terjadi dari malam hari pukul 21.00 hingga subuh sampai pukul 07.00 WIT, hal tersebut diakibatkan adanya ular yang masuk pada/di gardu PLN yang berada di dekat pemancar RRI Wadio. Juga beberapa hari sebelumnya, kejadian yang sama terjadi di lampu indikator PLN dekat KPR Jayanti yang juga diakibatkan karena adanya hewan. Menurut Mutakim, hal yang sama juga terjadi akibat adanya umbul-umbul yang menyentuh kabel jaringan di dekat Pura daerah Distrik Yaro. Hal yang sama juga terjadi diampung Karadiri 2, karena adanya layang-layang yang tersangkut di kabel jaringan, terjadi pemadaman di Distrik Wanggar dan Distrik Yaro pada 2 Januari 2018 kemarin. Untuk itu, ia meminta warga Nabire agar melaporkan titik-titik pohon yang berpotensi menyentuh dan mengganggu kabel jaringan atau gardu milik PLN untuk diikhlaskan ditebang pohonnya. Selain itu dirinya meminta agar tidak bermain layangan di sekitar kabel jaringan milik PLN.(wan)