NABIRE - Pada Jumat (9/8) Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Elias Wonda, S.Pd.MH dengan disaksikan Wakil Bupati Kabupaten Nabires Amirullah Hasyim, meletakan batu Pertama pembangunan SMA Unggulan wilayah Adat Meepago di Kampung Nusantara Kimi Nabire.Dalam sambutannya Kepala Dinas Provinsi Papua mengatakan, secara umum pendidikan di Provinsi Papua tidak tertigggal atau kalah dengan daerah lain yang ada di wilayah Provinsi Papua dan pembangunan SMA unggulan ini dibiayai langsung dari dana APBN.Sehingga pada tahun 2016 lalu, Gubernur Provinsi Papua telah memerintahkan untuk kita dapat membangun SMA unggulan di 5 wilayat adat, namun semua itu tertunda dan hal ini mulai dilaksanakan pada tahun 2018 lalu.Maka untuk wilayah Adat Meepago dapat dibangun pada tahun 2019 dan berpusat di Kabupaten Nabire dengan harapan sekolah ini akan dapat menampung seluruh anak-anak yang ada di kabupaten-kabupaten yang ada di wilayah adat Meepago.Untuk itu, pada kesempatan yang baik ini, selaku pribadi maupun Pemerintah Provinsi Papua sangat berterima kasih kepada pihak keluarga besar Marey, terutama kepada Almarhum Julian Jap Marey yang telah menyerahkan tanah seluas 8 Ha untuk menjadi lokasi pembangunan SMA Unggulan.Dan penyerahan tanah yang diberikan oleh keluarga Marey, bukan diserahkan begitu saja, akan tetapi telah ada bukti hukum secara adat dimana telah ada surat pelepasan tanah di Dinas Pendidikan Provinsi Papua, sehingga diharapkan kedepan Pemerintah Kabupaten Nabire bisa membantu membuat sertifikat tanahnya.Kita dapat membangun Sumber Daya Manusia (SDM) tentu tidak sama kita membangun gedung, sehingga pembangunan SMA unggulan ini merupakan pergumulan bagi SDM orang Papua yang ada di wilayah adat Meepago.Sehingga SMA unggulan di Nabire akan dibangun berpola asrama dan lebih awal akan dibangun 6 ruangan kelas baru (RKB), satu kantor, satu perpustakaan dan selanjutnya akan dibangun pula perumahan guru yang semuanya akan dibangun melalui sumber dana APBN.(des)