Pelayanan Air PDAM Tersendat Akibat Pipa Jatuh
NABIRE – Pelayanan kebutuhan air kepada konsumen khususnya pelanggan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nabire tersendat selama dua pekan terakhir, tidak selancar sebelumnya akibat pipa utama dari sumber air yakni Air Terjun Kali Nabire jatuh dan tercebur
Bagikan
NABIRE – Pelayanan kebutuhan air kepada konsumen khususnya pelanggan air dari Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Kabupaten Nabire tersendat selama dua pekan terakhir, tidak selancar sebelumnya akibat pipa utama dari sumber air yakni Air Terjun Kali Nabire jatuh dan tercebur di dalam air. Sementara sumber air dari Sumur Bumi Wonorejo tak mampu mencadangkan persediaan air bersih kepada pelanggan karena debit airnya sudah menipis sehingga tak mampu mensuplainya ke konsumen.
Direktur PDAM Tirta Adrian Kabupaten Nabire, John N Monim, AMd.Tek saat bertandang ke Redaksi, Selasa (29/9) mengatakan, pelayanan air bersih hanya tersendat dua pekan terakhir ini. Karena, pipa utama dari mata air di Air terjun Kali Nabire patah dan jatuh masuk dalam air terjun. Kalau sebelumnya, PDAM terus berupaya mengalirkan air bersih kepada pelanggan di kota Nabire.
Oleh sebab itu, Monim bersama pengawas lapangan menegaskan, tidak benar kalau pelanggan mengeluh air PDAM tidak lancar selama setahun terakhir, seperti yang dilansir media ini, Selasa (29/9).
Menurut Monim, air PDAM tidak lancar mengalir ke pelanggan akibat pipa induk yang ditarik dari bak induk di atas air terjun kali Nabire jatuh dan tercebur di dalam air sehingga butuh waktu untuk perbaikan pipa induk tersebut. “Perbaiki pipa air itu tidak seperti kita perbaiki listrik yang begitu kabel putus kita ganti cepat-cepat,” tuturnya mencontoh.
Oleh karena itu, kata Monim yang didukung oleh stafnya, perbaiki pipa air kita butuh waktu. Apalagi air ditarik lewat tebing sehingga pipa harus diangkat dari dalam air lalu dibetulkan dan diperbaiki.
Monim optimis, sekalipun ada keluhan dari pelanggan, PDAM tetap akan terus berusaha untuk melayani kebutuhan konsumen dari air dibutuhkan setiap saat, dari lahir hingga menghembuskan nafas terakhir.
Monim juga mengakui debet air yang kita harapkan dari Air Terjun Kali Nabire bisa mengalami penurunan apabila sepanjang daerah aliran sungai (DAS) kali Nabire terganggu dengan penembangan sepanjang daerah tangkapan sumber air dan penggalian batu dan material di Kali Nabire. Karena, pengalaman menunjukkan bahwa sumur Bumi Wonorejo yang dibangun beberapa tahun lalu kini debitnya kian menipis akibat air di kali Nabire terutama batas sumur ke arah kepala air kian mengering. (ans)
Bagikan artikel ini



