PERPADUAN antara dua kutub, antara hilir dan hulu menyatu berkolaborasi membangun wajah Nabire dan membina warga yang nakal di daerah ini layak menjadi panutan dan ditiru oleh pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nabire, kalangan swasta dan masyarakat lain sesuai dengan bidangnya masing-masing. Perpaduan ide dan gagasan, kerjasama untuk  membangun daerah dan masyarakat di daerah menjadi dorongan tersendiri jika ditiru dan melebar ke bidang lain, Nabire bakal kita bisa bangun dengan sebuah semangat gotong-royong dengan menekan biaya sebanyak mungkinBidang hukum, khususnya menyangkut pidana, polisi berada diposisi hilir yang memproses setiap warga yang nakal, entah ringan atau berat, akan ke hulu dengan berapa besar sanksi yang diterima terpidana. Dalam tugas yang berbeda, sekalipun keduanya di jalur justicia, dalam beberapa hal, terutama dalam hal pembinaan, keduanya kian nampak terjalin kerjasama.Kehadiran Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Kalapas) Kelas II B Nabire, Yosef Yembise dan Kapolres Nabire, AKBP Semmy Ronny Thabaa menunjukkan perpaduan antara dua kutub tersebut. Bukti perpaduan antara dua kutub tersebut terlihat secara nyata lewat penataan dan penempatan pencucian kendaraan di Pantai Nabire.Ketika ada ide untuk membangun pencucian kendaraan di Pantai Nabire bagi anak-anak nakal di Karang Tumaritis, Kapolres Semmy Thabaa mengajak Kalapas untuk mendukung idenya dengan mengirim tenaga kerja. Kapolres saat berada di lokasi tersebut mengatakan, personilnya terbatas sehingga meminta bantuan ke Lapas. Dan hal itu respek cepat Kalapas Yembise karena di Lapas, ada tenaga yang siap kerja. Kerjasama antara dua kutub ini bukan hanya kali ini. Sebelumnya juga ada beberapa kali kerjasama, Ketika Semmy Thabaa menjabat Kapolres Nabire dan Yembise memimpin Lapas Nabire.Dan untuk kedepan, Polres bersama Lapas akan membentuk satu pos di Pantai Nabire untuk menjaga kebersihan dan keamanan di tempat umum, Kawasan Pantai Nabire.Perpaduan dua lembaga ini sebetulnya bisa ditiru oleh instansi pemerintah dan kalangan swasta di daerah ini, ketika punya niat untuk membangun daerah dan masyarakat di daerah ini dengan hati tanpa mengejar berapa yang akan diperoleh dari hasilnya. Tetapi ketika, tidak punya hati unuk membangun Nabire, perpaduan seperti rasanya susah, karena besarnya ego kita masing-masing.Dan mungkin satu saat, akan menjadi kenangan ketika kedua pejabat ini mutasi keluar Nabire. Proficiat buat Semmy dan Yembise. (ans)