NABIRE – Parah, kondisi Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) di Sekolah Dasar (SD) Negeri Mosan dan SD Negeri Weinami Distrik Napan. Selama setahun terakhir, kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Mosan hanya dilaksanakan oleh tiga tenaga guru. Lebih parah di SD Negeri Weinami, karena tidak ada guru sehingga praktis tidak ada KBM. “Sampai sekarang, dua anak yang akan ikut ujian pra ujian nasional, Senin depan, juga tidak tahu nanti bisa tahu LKJ atau tidak. Sebab, kepala sekolah belum pernah memperkenalkan LKJ sampai sekarang,” tutur seorang guru honorer, Marice Marey di depan Komisi A DPRD Kabupaten Nabire, sebelum pembagian bantuan paket buku dan makanan kepada anak-anak SD Negeri Mosan, Jumat (22/4).Aktifitas kegiatan belajar mengajar di SD Negeri Mosan, selama dua tahun terakhir ini dijalankan oleh tiga tenaga guru honorer. Tidak ada guru yang berstatus Pegawai Negeri Sipil (PNS), kecuali kepala sekolah. Menurut tiga tenaga honorer di SD Mosan, kepala sekolah hanya akan berada di sekolah hanya seminggu hingga dua minggu selama tiga bulan. Selebihnya, kepala sekolah tinggal di kota.Tak hanya itu, tenaga guru honorer itu juga tidak pernah menerima intensif berupa honor. Kalaupun ada, hanya menerima Rp 300.000 – Rp 400.000 per tiga bulan. Desember 2015 lalu, mereka hanya menerima Rp 800.000 per tiga bulan.Herannya, selama ini, anak-anak di Mosan tidak pernah merasakan bantuan BLM. Karena, mereka tidak pernah mendapat buku paket, apalagi yang lain-lain. Bahkan, guru mengeluh tidak ada kapur tulis untuk melancarkan kegiatan belajar mengajar di kelas.Ironis memang, SD Negeri Mosan, menang gaya tapi di dalam kropos. Bangunan gedung semi permanen berlantai kramik, tetapi tidak ada meja dan kursi untuk guru dan anak-anak. Guru mengajar berdiri, anak-anak belajar sambil duduk di atas lantai.Sementara di SD Negeri Weinami, karena tidak ada KBM, praktis gedung tak terurus, bagaikan rumah kosong.Menurut warga Mosan, selama ini, anak-anak dari Weinami terpaksa belajar di SD YPK Napan. Peserta ujian dari SD Mosan diikutkan di SD YPK Napan.Sekalipun jarak tempuh dari kota Nabire ke Mosan dan Weinami, tidak sulit tetapi anak-anak usia sekolah di Mosan dan Weinami sementara dililit dengan ketertinggalan dalam pendidikan dasar. Hanya agak terbantu, belakangan ini, beberapa guru asal Mosan dari sekitar kota Nabire meluangkan waktu memberikan pelajaran tambahan kepada anak-anak sekolah dasar di Mosan. (ans)