NABIRE - Telah kita ketahui, Ubi Jalar dan Keladi semenjak dahulu hingga saat ini tetap menjadi bahan makanan lokal pokok masyarakat wilayah Meepago dan pada hari ini Selasa (12/12), telah dilaunching produk hasil kegiatan berupa Tepung Keladi dan Ubi Jalar serta produk aneka olahan lainnya. Secara geografi wilayah Kabupaten Nabire sangat cocok ditanami keladi dan ubi jalar, potensi wilayah berdasarkan data statistik kabupaten Nabire memiliki luas wilayah kurang lebih 15.350 Km2 dan saat ini baru termanfaatkan untuk ditanami keladi dan ubi jalar kurang lebih 3000Ha dengan produksi baru mencapai 3.285 Ha untuk ubi jalar dan 937 Ha untuk keladi. Dan budaya setiap acara adat selalu menggunakan ubi jalar dan keladi sebagai konsumsi, sementara dari segi kesehatan, keladi mengandung karbohidrat yang sangat cocok untuk penderita diabetes. Untuk itu, bahan pangan lokal keladi dan ubi jalar sangat cocok dibuatkan kue sebagai snack (makanan ringan tambahan) yang kini merupakan kerjasama antara SMK Negeri 1 Nabire dan industri Breadtake Bakery Nabire. Demikian dikatakan penanggung jawab program THP SMK N 1 Nabire, Pujiono, STP,MM, saat launching tepung ubi jalar dan keladi di SMK N 1 Nabire seraya menambahkan, model pengolaan pendidikan kejuruan untuk memperbaiki kualitas pendidikan melalui metode pendekatan pengelolaan pendidikan berbasis industri/keunggulan wilayah. Pengertian pengelolaan pendidikan berbasis industry wilayah adalah Pengelolaan SMK dengan menginduksikan prinsip-prinsip kualitas yang diterapkan di industri kedalam program pembelajaran untuk menghasilkan kelulusan yang memiliki hard skill dan soft skill sesuai tuntutan kompetensi kerja yang dibutuhkan dunia industri. Dari hasil kerja sama ini, telah ada bantuan dari Direktorat Pembinaan SMK Kementerian Pendidikan dengan dana sebesar Rp.250 juta dan dari 100 SMK yang mendapatkan program yang sama dan di Papua hanya tiga SMK, termasuk SMK N 1 Nabire, dengan jangkauan waktu kerja 150 hari kalender dan bantuan ini telah dikelola sejak bulan Juli 2017 dan akan berakhir 31 Desember 2017. Dan kegiatan ini tidak akan berhenti sampai disini, namun kegiatan ini berkelanjutan pada waktu-waktu mendatang sesuai pembelajaran di sekolah bersama 5 Dunia Usaha dan Dunia Industry (DUDI) yang akan dilakukan dalam MoU kerjasama, serta instansi lain yang terkait.(des)